Hari Quds Sedunia: Muqawama Penghancur Rencana Kesepakatan Abad
https://parstoday.ir/id/news/iran-i70682-hari_quds_sedunia_muqawama_penghancur_rencana_kesepakatan_abad
Konferensi Internasional Mendukung Intifada Bangsa Palestina diselenggarakan dengan pidato Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran dengan tema mendukung Muqawama di Jalur Gaza.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jun 01, 2019 04:54 Asia/Jakarta
  • Hari Quds Sedunia
    Hari Quds Sedunia

Konferensi Internasional Mendukung Intifada Bangsa Palestina diselenggarakan dengan pidato Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran dengan tema mendukung Muqawama di Jalur Gaza.

Konferensi Internasional Mendukung Intifada Bangsa Palestina diselenggarakan sehari sebelum peringatan Hari Quds Sedunia dengan tujuan mendukung Muqawama (resistensi) menghadapi rencana Amerika Serikat "Kesepakatan Abad" di Gaza. Dalam konferensi ini, para komandan Muqawama Palestina memuji dukungan Republik Islam Iran atas Muqawama dan dukungan ini menyebabkan penguatan Muqawama dalam menghadapi rezim Zionis.

Yahya Sinwar, Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza dalam Konferensi Internasional Mendukung Intifada Bangsa Palestina mengatakan, "Bila tidak ada dukungan Iran, hari ini Hamas tidak memiliki kekuatan seperti ini."

Yahya Sinwar, Ketua Biro Politi Hamas

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dalam konferensi ini juga mengatakan, "Republik Islam Iran dengan semua masalah dan sanksi yang dihadapinya akan tetap mendukung faksi-faksi Muqawama, khususnya di Palestina."

Hari-hari ini, Muqawama Palestina berhasil menyempitkan ruang bagi rezim Zionis, sehingga setiap kali rezim penjajah ini memulai perang di Jalur Gaza, dengan cepat mereka dapat menghentikannya.

Sekarang, pengaruh Muqawama Palestina lebih dari sebelumnya dan kekacauan politik di Palestina pendudukan dan ketidakmampuan Benjamin Netanyahu dalam membentuk kabinet juga bagian dari dampak pengaruh Muqawama Palestina yang semakin menguat dari generasi ke generasi.

Istiqamah dan ketegaran bangsa Palestina, khususnya dukungan Iran berhasil mengubah perimbangan yang menguntungkan rakyat Palestina dan berlanjutnya proses ini akan membuat tidak mungkin jalur implementasi rencana Amerika Serikat "Kesepakatan Abad".

Pasca kemenangan Revolusi Islam, Iran memberi nama hari Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai "Hari Quds Sedunia" menunjukkan yang terdepan dalam mendukung hak-hak dan cita-cita Palestina serta tidak sudi bernegosiasi dalam masalah Palestina.

Sekaitan dengan hal ini, Sayid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi, Sekjen Ansarullah Yaman hari Kamis malam (30/05) menjelaskan bahwa Iran pendukung utama Muqawama Palestina dan Lebanon. Menurutnya, "Penamaan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan oleh Imam Khomeini ra sebagai Hari Quds Sedunia adalah langkah bijaksana."

Penguatan kelompok-kelompok Muqawama dan pembebasan Palestina mampu membuat kekalahan rezim Zionis lebih dapat dipercaya. Sekarang, masalah mendukung Muqawama Palestina mendapat perhatian lebih dengan mencermati upaya Amerika Serikat dan sebagian rezim-rezim Arab untuk mengimplementasikan rencana Kesepakatan Abad.

Di saat yang sama, Ziyad al-Nakhaleh, Sekjen Jihad Islam Palestina hari Kamis dalam Konferensi Internasional Mendukung Intifada Palestina di Jalur Gaza menekankan bahwa rencana "Kesepakatan Abad" awal dari upaya mendominasi semua negara Islam. Menurutnya, "Dalam kondisi yang demikian, Muqawama menjadi wajib bagi semua umat Islam di dunia."

Ziyad al-Nakhaleh, Sekjen Jihad Islam Palestina

Pengalaman dari rencana-rencana yang telah lalu untuk mencari solusi masalah Palestina menunjukkan bahwa hanya dengan Muqawama hak rakyat Palestina tidak diabaikan.

Dengan mencermati pengalaman bernilai ini, sekarang rencana Kesepakatan Abad tidak menganggap sedikitpun hak bagi cita-cita Palestina dan bahkan para pengungsi Palestina, maka Muqawama dan mendukung penuh terhadapnya menjadi satu-satunya jalan melawan rencana ini.

Dalam kondisi yang demikian, Hari Quds Sedunia tahun ini dengan slogan "Kegagalan Kesepakatan Abad dan Penguatan Cita-Cita Palestina" menjadi hari penting untuk menunjukkan satu suara dalam mendukung Muqawama Palestina dari Iran dan negara-negara Islam lainnya dan bahkan negara-negara Eropa dan Amerika.