Rouhani: Pintu Dialog untuk Selamatkan JCPOA Masih Terbuka
-
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani.
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, pintu diplomasi atas kesepakatan nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) tetap dibuka.
Hal itu dikatakan Rouhani dalam percakapan telepon dengan timpalannya dari Perancis, Emmanuel Macron, Kamis (18/7/2019).
Dia menyinggung kunjungan utusan khusus presiden Perancis ke Iran dan mengatakan, Tehran berusaha agar semua pintu tetap terbuka untuk dialog guna menyelamatkan JCPOA.
Presiden Iran juga menyebut upaya Perancis untuk menyelamatkan JCPOA sebagai pendekatan penting.
"Iran dan Uni Eropa harus melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan kesepakatan ini," ujarnya.
Rouhani menjelaskan, meningkatnya tekanan AS terhadap Iran membuat tantangan untuk menyelamatkan JCPOA, di mana ada orang-orang di AS yang tidak ingin keberhasilan atas upaya itu.
"Tindakan kongres AS untuk mencuri setengah miliar dolar uang rakyat Iran adalah contoh dari mereka yang menginginkan kegagalan JCPOA," tuturnya.
Uni Eropa, lanjut Rouhani, harus meningkatkan upayanya untuk memenuhi hak-hak yang menguntungkan Iran dalam JCPOA, dan harus menghentikan perang ekonomi AS terhadap Iran.
"Jika peluang untuk menyelamatkan JCPOA berlanjut, maka Iran akan mengambil langkah ketiga," pungkasnya.
Pada tanggal 8 Juli 2019, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi mengatakan Tehran akan memperkaya uranium lebih dari 20% dalam langkah ke-3 untuk mengurangi komitmennya dalam JCPOA.
Pada bulan Mei, keluarnya AS dari perjanjian nuklir JCPOA akan mengurangi kewajiban Iran terhadap perjanjian nuklir yang disepakati kekuatan dunia pada tahun 2015 itu. Langkah ini sebagai protes atas keputusan AS yang secara sepihak menarik keluar dari perjanjian tersebut, dan juga memulihkan dan menambah sanksi terhadap Iran. (RA)