Larang Uranium Iran, Statemen Bolton Dinilai tak Penting
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72036-larang_uranium_iran_statemen_bolton_dinilai_tak_penting
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menilai statemen Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih yang menyebut Iran tidak punya hak melakukan pengayaan uranium, adalah simbol pelanggaran komitmen, unilateralisme dan ketidakpedulian Amerika Serikat atas seluruh ketentuan internasional.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 20, 2019 11:42 Asia/Jakarta
  • Ali Shamkhani
    Ali Shamkhani

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menilai statemen Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih yang menyebut Iran tidak punya hak melakukan pengayaan uranium, adalah simbol pelanggaran komitmen, unilateralisme dan ketidakpedulian Amerika Serikat atas seluruh ketentuan internasional.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton dalam salah satu statemtennya mengatakan, izin yang diberikan kepada Iran untuk mempertahankan pengayaan uranium, adalah salah satu kelasahan terburuk dalam kesepakatan nuklir JCPOA.

IRNA (20/7/2019) melaporkan, Ali Shamkhani, Sabtu (20/7) mereaksi pernyataan John Bolton yang menganggap Iran tidak berhak melakukan pengayaan uraniumnya.

Shamkhani menuturkan, statemen John Bolton sama sekali tidak memiliki nilai dan legalitas hukum.

Menurutnya, pengayaan uranium untuk kepentingan damai adalah hak setiap negara dunia yang menjadi anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir, NPT dan tidak bisa dicabut atau dialihkan.

Ia menambahkan, pengakuan hak Iran untuk mengayakan uranium oleh Amerika adalah syarat masuk negara ini ke dalam perundingan, bukan syarat menentukan hasilnya.

Shamkhani menerangkan, negara-negara Kelompok 5+1 dalam JCPOA mengakui hak legal Iran dalam mengayakan uraniumnya.

Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, katanya, telah mengubah hak pengayaan uranium Iran menjadi dokumen internasional dan harus dipatuhi semua negara.

Sehubungan dengan penurunan komitmen Iran dalam JCPOA, Shamkhani menegaskan, statemen Bolton menunjukkan bahwa langkah Iran menurunkan secara bertahap komitmen nuklirnya, adalah satu-satunya jalan menghadapi sebuah negara yang tidak bersedia mematuhi komitmen apapun. (HS)