Presiden Iran: AS Tinggalkan Kebijakan Tekanan Maksimum
-
Hassan Rouhani
Presiden Iran mengatakan, strategi Iran dalam menghadapi kebijakan tekanan maksimum musuh adalah perlawanan dan perjuangan. Menurutnya, Amerika Serikat harus menyingkirkan orang-orang haus perang, dan meninggalkan kebijakan perang serta tekanan maksimum.
Hassan Rouhani, Rabu (11/9/2019) pada rapat kabinet Iran menegaskan, logika Iran adalah penggunaan teknologi damai nuklir.
Ia menuturkan, dalam kesepakatan nuklir JCPOA, logika Iran adalah komitmen dibalas komitmen, dan jika pihak lawan melaksanakan komitmen nuklirnya, maka Iran juga akan melakukan hal sama.
Rouhani menambahkan, langkah ketiga penurunan komitmen nuklir termasuk langkah terpenting Iran, dan tidak bisa dibandingkan dengan dua langkah sebelumnya, dan jika dirasa mendesak, ke depan Iran juga akan mengambil langkah-langkah berikutnya.
Presiden Iran menegaskan, Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai agresi atau sanksi, serta tidak sekalipun melanggar komitmen, pihak lainlah yang menginjak-injak kesepakatan. (HS)