Presiden Iran: Di Bawah Sanksi, Negosiasi dengan AS Tidak Berarti !
-
Presiden Iran, Hassan Rouhani
Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, dari perspektif pemerintah, parlemen dan rakyat Iran tidak ada artinya bernegosiasi dengan Amerika Serikat dalam kondisi tekanan sanksi saat ini.
Hassan Rouhani dalam percakapan telpon dengan sejawatnya dari Perancis, Emmanuel Macron juga menegaskan negaranya siap untuk kembali menjalankan komitmen penuhnya di JCPOA jika kesepakatan dengan Eropa bisa diselesaikan.
"Pertemuan antara Iran dengan kelompok 5 +1 hanya akan mungkin apabila sanksi dicabut," ujar Rouhani.
Di bagian lain statemennya, Presiden Rouhani mengapresiasi langkap positif Perancis dalam masalah implementasi JCPOA.
Mengenai langkah ketiga Iran dalam mengurangi komitmen nuklirnya, Rouhani menjelaskan bahwa langkah tersebut di bawah pengawasan IAEA, dan bisa ditinjau ulang jika mitra Eropa menjalankan kewajibannya terhadap implementasi JCPOA.
Rouhani kembali menegaskan bahwa JCPOA akan memperkuat keamanan regional dan global, terutama jalur perairan seluruh dunia, termasuk Teluk Persia dan Laut Oman demi kepentingan dunia, termasuk Uni Eropa, bahkan Amerika Serikat.
Presiden Republik Islam Iran menekankan bahwa Uni Eropa memiliki peluang besar untuk berpartisipasi dan berinvestasi dalam perekonomian Iran yang sedang berkembang.
"Uni Eropa, terutama Prancis, bisa memainkan peran signifikan dalam menjaga JCPOA," papar Rouhani.
Sementara itu, Presiden Perancis dalam percakapan telpon dengan mitranya dari Iran mengatakan Paris akan terus berupaya untuk mengimplementasikan isi perjanjian JCPOA dan mencapai kesepakatan.
Macron juga menguraikan rencana mendatang negaranya untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran hingga mencapai kesepakatan bersama.
Kedua presiden juga sepakat untuk melanjutkan pembicaraan mereka pada tahapan selanjutnya.(PH)