Iran Ajak Negara Regional Bersatu Ciptakan Keamanan
-
Presiden Iran Hassan Rouhani pada acara parade militer di Tehran.
Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel ingin menciptakan perpecahan di antara bangsa-bangsa regional.
Dia menyampaikan hal itu dalam pidatonya pada acara parade militer Iran yang digelar di dekat Kompleks Makam Imam Khomeini ra di Tehran, Ahad (22/9/2019).
"Logika Iran adalah keamanan di Teluk Persia dan Selat Hormuz harus diciptakan dari dalam, kehadiran pasukan asing di kawasan dapat menciptakan masalah," jelas Rouhani.
Dia menegaskan bahwa kekuatan angkatan bersenjata dan bangsa Iran membuat musuh tidak berani melakukan serangan ke Republik Islam.
"Rakyat Iran dengan persatuan dan kekompakannya, tidak takut terhadap hegemoni Timur dan Barat, tidak takut terhadap senjata mereka, dan juga tidak menyerah di hadapan uang negara-negara reaksioner Arab," tambahnya.
Rouhani menjelaskan bahwa kekuatan-kekuatan arogan terutama AS selalu mengejar kekacauan, kesengsaraan, dan penjarahan kekayaan negara-negara kawasan.
Menurutnya, kehadiran AS di Afghanistan, Irak, Teluk Persia dan di titik manapun di wilayah ini, selalu menyebabkan ketidakamanan.
Angkatan Bersenjata Iran, lanjut Rouhani, selalu memberikan rasa aman bagi kawasan.
"Pasukan Iran jika berada di samping rakyat Irak, Suriah, Palestina dan Lebanon, mereka membawa keamanan untuk negara tersebut dan mampu mencerabut akar terorisme. Inilah perbedaan Iran dengan AS dan sekutunya," tegasnya.
Pada kesempatan itu, dia menyampaikan kesiapan Republik Islam untuk bekerjasama dengan negara-negara regional di periode genting dan bersejarah ini.
Iran, ungkapnya, siap melupakan beberapa negara regional di masa lalu, karena musuh khususnya AS, kekuatan arogan dan Zionis ingin memanfaatkan perpecahan dan perbedaan di antara negara-negara regional.
"Tahun ini saya akan hadir di PBB dengan slogan 'koalisi harapan' dan 'inisiatif perdamaian Hormuz,'" tambahnya.
Rouhani mengatakan Iran akan mempresentasikan proposal untuk keamanan Teluk Persia dengan bantuan negara-negara lain di kawasan kepada Majelis Umum PBB. (RM)