Menlu Iran: Serang Aramco, Yaman tak Bunuh Satu Sipilpun
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran memprotes sikap Amerika Serikat yang menyebut serangan balasan Yaman ke kilang minyak Arab Saudi, tidak bisa diterima. Menurutnya, rakyat Yaman menyerang kilang minyak Saudi untuk membalas agresi dan pembunuhan ratusan ribu orang oleh koalisi Saudi selama 4,5 tahun.
Fars News (22/9/2019) melaporkan, dalam wawancara dengan televisi CGTN, Mohammad Javad Zarif mengatakan, kelompok perlawanan Yaman melancarkan serangan balasan tidak kepada warga sipil Saudi tapi ke kilang minyak negara itu.
Zarif menambahkan, menarik bahwa Amerika mengatakan serangan ke sebuah kilang minyak tidak bisa diterima, tapi ia membantu serangan terhadap warga sipil Yaman.
Menlu Iran juga membantah keterlibatan negaranya dalam serangan balasan Yaman ke kilang minyak Saudi dan menjelaskan, Houthi sedang membela diri, minimal Anda apresiasi mereka yang tidak melancarkan serangan balasan terhadap sebuah kota, rumah sakit atau sekolah, sebagaimana dilakukan Saudi atas Yaman, mereka menyerang kilang minyak.
"2,3 juta rakyat Yaman terserang wabah kolera, sekitar 60-70 persen rakyat Yaman terpapar malnutrisi, lalu mereka membalas dengan menyerang kilang minyak, apakah ini bencana yang lebih besar daripada membunuh warga sipil selama 4,5 tahun, itupun dalam sebuah perang yang diklaim bisa diselesaikan dalam waktu satu minggu," pungkasnya. (HS)