Iran Menagih Komitmen Eropa terhadap JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74149-iran_menagih_komitmen_eropa_terhadap_jcpoa
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, pihak Eropa hingga kini belum memenuhi janjinya terhadap implementasi JCPOA, dan mereka tidak memiliki kemampuan apalagi mau mengeluarkan biaya untuk menebusnya.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 27, 2019 10:44 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, pihak Eropa hingga kini belum memenuhi janjinya terhadap implementasi JCPOA, dan mereka tidak memiliki kemampuan apalagi mau mengeluarkan biaya untuk menebusnya.

Dalam konferensi pers sebelum meninggalkan AS, Presiden Iran Kamis malam menyatakan bahwa Eropa tidak bisa mengharapkan Iran tetap berada di JCPOA, tetapi hanya Tehran yang harus menebusnya sendirian, Presiden Iran mengatakan, "Negosiasi Iran dengan pihak lain di JCPOA akan berlanjut. Tetapi jika mereka tidak memenuhi kewajibannya, maka Iran akan terus mengurangi komitmennya,".

Pasca pengumuman penarikan Amerika dari JCPOA, pihak Eropa tidak bisa membela perjanjian yang menurut pengakuan mereka sendiri memainkan peran penting bagi keamanan Eropa. Oleh karena itu, Iran mengambil langkah balasan dengan menerapkan langkah komitmen dibalas komitmen. Sebab, setiap komitmen yang ditetapkan dalam JCPOA berlaku untuk semua pihak yang harus melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing.

Namun, Eropa menolak mengeluarkan biaya dari keputusan keluarnya AS dari JCPOA, dan Iran akhirnya memutuskan mengurangi komitmennya berdasarkan mekanisme yang berlaku di JCPOA setelah setahun bersabar.

 

 

Iran telah mengurangi komitmennya terhadap JCPOA dengan merujuk pada butir 26 dan 36 dari perjanjian multilateral ini. Langkah tersebut telah diambil dalam tiga fase. 

Langkah ketiga Iran diambil pada 6 September 2019, dan sejak itu semua pembatasan di sektor penelitian dan pengembangan nuklir telah dihapus. Berkaitan dengan langkah ini, IAEA dalam sebuah pernyataan hari Kamis mengatakan bahwa Iran telah mulai memasang sentrifugal yang lebih maju dalam proses pengayaan uranium.

Langkah terbaru Iran di JCPOA ini menekankan bahwa dalam perjanjian multilateral, Iran tidak hanya menjadi pihak yang harus mematuhi komitmennya sendirian, namun anggota lainnya juga harus memenuhi kewajiban mereka terhadap perjanjian internasional itu.

Iran bertindak sesuai dengan kepentingan nasionalnya sendiri, dan jika Eropa gagal mengamankan kepentingan Iran di JCPOA pada akhir batas waktu 60 hari yang ditetapkan, maka langkah keempat akan diambil.

Dalam hal ini, Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran mengatakan Tehran akan mengambil langkah lebih cepat jika Eropa tidak memenuhi komitmennya terhadap JCPOA.

Sebagaimana ditegaskan presiden Iran di akhir perjalanannya ke markas besar PBB di New York, meskipun sejumlah upaya untuk bernegosiasi dengan para pemimpin Eropa di New York tidak membuahkan hasil, tetapi pintu dialog tetap terbuka. Oleh karena itu, bersamaan dengan langkah Iran menurunkan komitmennya di JCPOA, Tehran juga mengambil berbagai langkah untuk menyelamatkan perjanjian nuklir internasional tersebut.

Kini, keberlangsungan hidup JCPOA bergantung pada keseriusan pihak Eropa dan kemandirian sikap mereka untuk menjaga perjanjian internasional ini  dari tekanan Amerika Serikat. Meskipun Eropa telah melakukan beberapa upaya dalam lima bulan terakhir menyikapi langkah-langkah baru Iran, tapi mereka belum memenuhi janji-janjinya dan masih berada dalam bayang-bayang sanksi  AS terhadap bangsa Iran.

Dalam konteks ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan anggota Dewan Ahli Kepemimpinan Iran hari Kamis (26/9) menyinggung kinerja Eropa setelah Amerika Serikat keluar dari JCPOA dengan mengatakan bahwa pihak Eropa tidak mematuhi janjinya, dan mereka secara praktis mengamini sanksi AS. Mereka tidak mengambil tindakan apa pun, dan kecil kemungkinan bertindak untuk Republik Islam, oleh karena itu secara umum jangan berharap dari pihak Eropa.(PH)