Pidato Presiden Iran pada Pertemuan EMRO
Pertemuan ke-66 Komite Regional untuk Mediterania Timur Organisasi Kesehatan Dunia (EMRO) digelar pada hari Selasa (15/10/2019) di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran.
Acara ini dihadiri oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Ahmed Salim Saif al-Mandhari serta para menteri kesehatan negara-negara di kawasan tersebut.
Presiden Iran dalam pidatonya mengatakan, salah satu misi terpenting dari Komite EMRO adalah untuk menyediakan kesehatan regional.
Rouhani kemudian menyinggung kenaikan harapan hidup di antara masyarakat Iran selama 40 tahun setelah kemenangan Revolusi Islam.
Dia mengatakan, harapan hidup di Iran telah meningkat selama 40 tahun terakhir dan pemerintahannya telah membuat banyak upaya terkait hal ini.
"Selama 40 tahun ini, harapan hidup telah meningkat dari 56 tahun menjadi 76 tahun dan ini adalah berkat layanan dari semua dokter, petugas medis, dan negara kita yang hebat untuk membangun kesehatan di negara ini," ujarnya.
Kepada Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Rouhani mengatakan, salah satu tindakan pemerintah adalah untuk menyelamatkan 14 juta warga Iran dari badai garam. Menghidupkan kembali Danau Orumieh sebagai keputusan pertama pada hari pertama pemerintahan pertama saya, dan jika langkah itu tidak diambil untuk pemulihan hari ini maka tidak ada kota dengan nama Tabriz dan 14 juta orang di Iran barat terpaksa untuk bermigrasi dan semua kebun dan pertanian di daerah itu akan lenyap.
Dia menambahkan, jika upaya pemerintah ke-11 dan ke-12 Iran bukan untuk udara bersih dan kesehatan rakyat Iran, maka bensin petrokimia akan menyebabkan jutaan orang menjadi pasien dan harus dibawa ke rumah sakit.
Terkait dengan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, Rouhani menuturkan, pemerintah AS terlibat kejahatan kemanusiaan karena memberlakukan sanksi dan terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran. (RA)