Industri Listrik Iran; Lingkaran Penerangan di Asia Barat
Setelah kemenangan Revolusi Islam, industri listrik Iran menjadi terlepas dari ketergantungannya pada pengetahuan dan peralatan Barat, dan hari ini, dengan bergantung pada pengetahuan lokal, semua peralatan industri listrik Iran dibuat di dalam negeri dan bahkan diekspor.
Republik Islam Iran, selain mengekspor turbin gas di berbagai kelas dan peralatan industri listrik lainnya, juga menyediakan layanan teknis dan teknik di berbagai pasar regional.
Industri listrik, sebagai salah satu infrastruktur vital, memainkan peran penting dalam pengembangan industri penting dan strategis lainnya bagi negara-negara dan memiliki hubungan yang bermakna dengan kehidupan damai rakyat.
Prestasi dan produk Iran di sektor kelistrikan sangat besar sehingga melampaui batas Iran dan telah memberi manfaat bagi orang-orang di wilayah ini dan negara-negara tetangganya.
Sekaitan dengan hal ini, Menteri Energi Iran, Reza Ardakanian, pada hari Rabu, 30 Oktober, dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Listrik Suriah Mohammad Zuhair Kharboutli di Tehran mengatakan, "Hubungan trilateral jaringan listrik antara Iran, Irak dan Suriah berada dalam agenda untuk menggunakan fasilitas yang ada di kawasan, sehingga tidak ada warga negara yang kehilangan akses listrik."
Iran telah menjadi mandiri dalam teknologi dan peralatan yang dibutuhkan dalam industri listrik, terutama pembangkit listrik, dan telah menjadi mitra yang andal bagi negara-negara di kawasan ini karena keberlanjutannya dalam industri dan prospek strategisnya di kawasan Asia Barat.
Iran sekarang menempati peringkat pertama di kawasan Asia Barat yang mampu menghasilkan lebih dari 80.000 MW, sementara di dunia berada di peringkat ke-14.
Kemampuan pembangkit listrik di Iran ini telah membuat negara-negara Asia Barat dan tetangga membutuhkan kehadiran perusahaan-perusahaan Iran di negara mereka.
Dalam konteks ini, Iran memiliki kerja sama yang baik dengan Irak dalam mengekspor listrik, dan Iran berusaha membangun kembali infrastruktur industri listrik Suriah dari wilayah Irak dengan kehadiran perusahaan-perusahaan swasta Iran, sehingga negara ini dapat berswasembada dalam industri listrik.
Tidak seperti perusahaan-perusahaan Barat, Iran tidak berusaha untuk membuat negara bergantung dan dalam situasi sulit, Iran telah berdiri berdampingan dengan negara-negara kawasan di berbagai bidang ekonomi, politik dan keamanan.
Dalam hal ini, Menteri Listrik Suriah Mohammad Zuhair Kharboutli, merujuk pada peran penting Iran dalam menstabilkan dan melindungi jaringan listrik Suriah, mengatakan, "Dengan menggunakan kemampuan perusahaan Iran, unit satu dan lima pembangkit listrik berkapasitas 400 MW di Aleppo akan dibangun kembali di Suriah utara."
Mempertimbangkan keinginan bersama Iran, Suriah dan Irak untuk memperluas kerja sama di bidang listrik dan sambutan Damaskus dan Baghdad untuk secara optimal memanfaatkan kapasitas industri listrik Iran, membangun jaringan listrik segi tiga antara ketiga negara tampaknya sangat diperlukan.