Rahbar: Musuh Selalu Dukung Instabilitas dan Perusakan
-
Rahbar Ayatullah Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di dars-e kharej fiqh (kuliah fiqih tingkat mujtahid) seraya mengisyaratkan rencana manajemen konsumsi bahan bakar mengatakan, " Di masalah ini Saya tidak memiliki keahlian, dan pandangan para pakar juga beragam. Namun sebelumnya telah saya katakan jika pemimpin tiga lembaga tinggi mengambil keputusan, maka Saya akan mendukungnya."
Ayatullah Khamenei Ahad (17/11) menjelaskan bahwa pemimpin tiga lembaga tinggi dengan dukungan para pakar, mengambil satu keputusan dan wajar jika harus diberlakukan. "Tentu saja sejumlah warga khawatir dan kecewa akan keputusan ini, atau keputusan ini merugikan mereka. Namun aksi perusakan dan pembakaran bukan pekerjaan rakyat, tapi para penjahat."
Rahbar seraya menekankan bahwa kubu anti revolusi dan musuh Iran senantiasa mendukung aksi-aksi perusakan dan instabilitas seperti ini yang kini mereka juga aktif melakukan hal ini menjelaskan, tidak ada manusia yang berakal dan cinta negaranya akan melakukan pekerjaan seperti ini.
Ayatullah Khamenei seraya menjelaskan bahwa masalah seperti ini akan memperparah instabilitas yang dapat menjadi musibah terbesar setiap negara dan masyarakat mengingatkan, para pejabat harus lebih teliti dan berhati-hati sehingga kesulitan rencana ini bagi rakyat secepatnya dapat dikurangi.
"Saya menyaksikan di televisi, para pejabat mengatakan bahwa mereka berhati-hati dan terus mengawasi bahwa kenaikan bensin tidak akan berujung pada kenaikan barang, dan pengawasan ini sangat diperlukan," papar Rahbar.
Menurut Rahbar kenaikan harga akan menciptakan banyak kesulitan bagi warga dan seluruh penjabat harus terus mengawasi dan berhati-hati. "Pejabat dengan menjaga keamanan selain telah melaksanakan kewajibannya juga rakyat yang senantiasa bertindak dengan waspada, mereka akan menjauh dari oknum dan para perusak."
Seiring dengan diumumkannya kenaikan harga bensin dan dua harga bagi bahan bakar di Iran, sejumlah aksi protes damai warga disalahgunakan oleh sebagian perusuh. (MF)