10.000 Anggota Basij Hamedan Peringati Pekan Basij (1)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76047-10.000_anggota_basij_hamedan_peringati_pekan_basij_(1)
10.000 anggota Basij Hamedan berkumpul di Stadion Enghelab pada hari Kamis (28/1/2019) untuk memperingati Pekan Basij.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 28, 2019 18:31 Asia/Jakarta
  • 10.000 Anggota Basij Hamedan Peringati Pekan Basij (1)

10.000 anggota Basij Hamedan berkumpul di Stadion Enghelab pada hari Kamis (28/1/2019) untuk memperingati Pekan Basij.

Acara yang digelar di wilayah barat Republik Islam Iran itu dihadiri oleh Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mayor Jenderal Hossein Salami.

Salami dalam pidatonya mengatakan, jika musuh melanjutkan perilaku jahat mereka, mereka akan menerima tanggapan yang menghancurkan dari Iran.

Dia menambahkan, bangsa Iran adalah bangsa yang resistan, terhormat, dan kuat.  

Komandan Pasdaran (IRGC) lebih lanjut menyinggung kekacauan internal rezim Zionis Israel, dan mengatakan, kita hari ini juga melihat penghinaan terhadap rezim Al Saud dan sejumlah penguasa di kawasan oleh Amerika Serikat.

 "Hari ini, rakyat Republik Islam Iran berdiri tegak dalam melawan perang besar ekonomi," tegasnya.

Terkait hal ini, kata Salami, seorang duta besar sebuah negara Eropa mengundang duta-duta besar negara-negara lain, dan kepada tamu-tamunya, dubes itu mengatakan, rakyat Iran sedang melalui ketergantungan mereka pada minyak dan mereka terpisah dari minyak. Oleh karena itu, biarkan Iran mengekspor minyaknya sehingga ketergantungan  mereka pada minyak tetap ada.

Dia menandaskan, Iran sedang melewati strategi sanksi ekonomi musuh dan secepatnya rakyat negara ini akan menghapus mimpi-mimpi musuh.

"Lihatlah di arena konfrontasi militer tentang bagaimana Iran menghancurkan semua modal musuh yang terakumulasi dalam perang proksi dan impian mereka  untuk menghancurkan rantai perlawanan yang kuat di Yaman, Suriah, Lebanon, dan Irak," ucapnya.

Negara-negara tersebut, lanjut Salami, berada di  lingkaran daya tarik Revolusi Islam Iran.

"Hari ini, lihatlah tampilan politik dan keamanan rezim Zionis. Anda bisa melihat efek ketakutan tentang kehancuran tiba-tiba di wajah mereka, sehingga perdana menteri rezim penjajah ini mengatakan bahwa Iran sedang mengejar penghapusan Israel. Dan istilah terakhir yang diucapkannya adalah Israel akan musnah," ujarnya.

Di bagian akhir pidatonya, Komandan IRGC menuturkan, musuh ingin –dalam operasi psikologisnya dalam fitnah terbaru di Iran– mengubah protes sosial menjadi pemberontakan luas melalui antek-anteknya, namun rakyat besar Iran berhasil menggagalkan semua upaya musuh. (RA)