Balasan Keras Pasdaran Iran terhadap Kejahatan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77346-balasan_keras_pasdaran_iran_terhadap_kejahatan_as
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) pada Rabu (8/01/2020) dini hari, melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat, Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 08, 2020 08:09 Asia/Jakarta
  • Pangkalan militer AS, Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak.
    Pangkalan militer AS, Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) pada Rabu (8/01/2020) dini hari, melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat, Ayn al-Asad di Provinsi al-Anbar, Irak.

Serangan itu dilakukan sebagai balasan atas kejahatan pasukan teroris AS dalam membunuh Komandan Pasukan Quds Iran, Letnan Jenderal Qasem Soleimani.

Pangkalan Ayn al-Asad merupakan pangkalan udara kedua Irak setelah pangkalan udara Balad di utara Baghdad. Presiden Donald Trump belum lama ini mengatakan AS tidak akan meninggalkan pangkalan tersebut kecuali Irak membayar miliaran dolar untuk biaya pembangunannya.

"Kami memiliki pangkalan udara yang sangat mahal di Irak. Biayanya miliaran dolar untuk membangun. Kami tidak akan pergi kecuali mereka membayar kami untuk itu," katanya.

Korps Pasdaran dalam sebuah pernyataan memperingatkan AS bahwa pihaknya siap memberikan balasan yang lebih keras dan lebih mematikan jika negara itu kembali mengulangi kejahatannya.

"Kami juga telah memberikan peringatan kepada negara-negara sekutu Washington, yang mengizinkan pangkalannya digunakan oleh pasukan teroris AS. Kami akan menyerang setiap wilayah yang dipakai untuk melancarkan agresi terhadap Republik Islam Iran," tegas statemen tersebut.

Serangan balasan Iran terhadap kejahatan AS.

Pasdaran menandaskan bahwa rezim Zionis juga tidak bisa dipisahkan dari kejahatan yang dilakukan oleh rezim penjahat AS. Kami menyarankan warga Amerika untuk memulangkan tentara AS dari kawasan demi menghindari kerugian yang lebih besar, dan jangan membiarkan kebencian yang ditebarkan oleh para penguasa anti-rakyat di AS semakin membahayakan pasukan negara itu.

Balasan keras Iran terhadap tindakan terorisme AS adalah sebuah hak yang sah dan merupakan sebuah langkah mendesak demi menjamin keamanan kawasan.

Wakil Komandan Markas Besar Sarallah Pasdaran, Brigadir Jenderal Ismail Kosari kepada wartawan Mehrnews, mengatakan pasukan Pasdaran telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan udara pasukan teroris AS, Ayn al-Asad di Irak.

"Seperti yang sudah disampaikan, Republik Islam tidak akan pernah berbicara tanpa tindakan," tegasnya.

Pada acara pemakaman syahid Soleimani di kota Kerman, Komandan Pasdaran Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan Republik Islam akan memberikan balasan tegas, keras, melumpuhkan dan pasti, kepada para pelaku pembunuhan Letjen Soleimani.

Masalah keamanan menjadi tuntutan bersama semua negara di kawasan, tetapi apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir adalah sebuah kekacauan yang dipicu oleh AS dan rezim-rezim penjahat di kawasan.

Kehadiran militer AS di kawasan terbukti telah merusak keamanan dan ketenangan. Jika kejahatan Trump tidak dibalas, ia akan menjadi sebuah ancaman permanen bagi semua negara di dunia.

Kehadiran jangka panjang AS di Afghanistan dan Irak tidak membawa apapun kecuali kebencian, perpecahan, dan konflik di antara negara-negara regional. Perilaku seperti ini tentu saja berbiaya besar dan Trump harus menerima konsekuensi dari tindakan terorismenya.

Republik Islam dalam sepucuk surat kepada Sekjen PBB dan Dewan Keamanan, mengumumkan bahwa pihaknya tidak mencari perang dan kami memperingatkan setiap petualangan militer terhadap wilayah Iran. (RM)