Ratusan Ribu Warga Rasht Kecam Kejahatan AS (1)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77420-ratusan_ribu_warga_rasht_kecam_kejahatan_as_(1)
Ratusan warga Rasht di Provinsi Gilan, Republik Islam Iran turun ke jalan-jalan menuju bundaran kota ini pada Kamis (9/1/2020) untuk mengenang Syahid Letnan Jenderal Qassem Soleimani yang diteror oleh pasukan Amerika Serikat di Irak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 09, 2020 17:44 Asia/Jakarta
  • Ratusan ribu Warga Rasht kecam kejahatan Amerika Serikat.
    Ratusan ribu Warga Rasht kecam kejahatan Amerika Serikat.

Ratusan warga Rasht di Provinsi Gilan, Republik Islam Iran turun ke jalan-jalan menuju bundaran kota ini pada Kamis (9/1/2020) untuk mengenang Syahid Letnan Jenderal Qassem Soleimani yang diteror oleh pasukan Amerika Serikat di Irak.

Selain mengenang keguguran Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) iru, masyarakat Rasht juga mengungkapkan kemarahan mereka atas kejahatan AS.

Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, serta menuntut balas atas gugurnya Syahid Soleimani.

Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis gugur syahid dalam serangan udara Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Jumat dini hari, 3 Januari 2020.

Empat anggota pasukan IRGC (Pasdaran) yang menyertai Letjen Soleimani dan empat anggota pasukan Hashd al-Shaabi yang menyertai Abu Mahdi al-Muhandis juga gugur syahid dalam serangan udara tersebut.  

Teror terhadap  Soleimani dilakukan atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump, di mana tindakan ini merupakan contoh nyata dari kejahatan perang pemerintah AS dan puncak dari permusuhannya terhadap Republik Islam Iran.

Selama 40 tahun terakhir, pemerintah AS telah melakukan berbagai kejahatan terhadap Republik Islam Iran, di mana di antara kejahatan-kejahatan itu adalah tekanan ekonomi dan sanksi, operasi militer dan kudeta, perang secara tidak langsung, penciptaan kelompok-kelompok teroris, Iranphobia, perang proksi, dan teror terhadap para ilmuwan dan para pejabat Republik Islam.

Teror terhadap Soleimani kembali menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara pemerintah Amerika dan kelompok-kelompok teroris di kawasan. Sebab, pejabat senior militer Iran ini memiliki peran besar dalam menumpas kelompok-kelompok teroris terutama teroris takfiri Daesh. Perintah Trump untuk membunuh Letjen Soleimani merupakan bantuan besar Amerika kepada teroris Daesh.

Peran besar Soleimani dalam menumpas kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah tidak bisa dipungkiri. Surat kabar The Guardian beberapa hari lalu menyebutkan bahwa Soleimani masuk ke dalam daftar 10 tokoh di balik layar yang paling berpengaruh di dunia. Surat kabar itu menulis, Amerika dan Israel telah berulang kali berusaha untuk melenyapkannya.

Majalah Amerika Foreign Policy tahun lalu juga memasukkan Soleimani dalam daftar 10 pemikir terbaik di bidang pertahanan dan keamanan. Tak diragukan lagi bahwa hal itu dikarenakan peran khusus Komandan Pasukan al-Quds IRGC (Pasdaran) dalam menumpas terorisme, terutama di Irak dan Suriah.  (RA)