Ini Respon Iran atas Kesepakatan Damai AS-Taliban
-
Kemenlu Iran
Kementerian Luar Negeri Iran merespon kesepakatan damai yang dicapai Amerika Serikat dan Taliban, dan mengatakan Amerika tidak punya legitimasi hukum untuk menandatangani kesepakatan damai atau menentukan masa depan Afghanistan.
Fars News (1/3/2020) melaporkan, Kemenlu Iran, Minggu (1/3) mengumumkan, Tehran percaya kesepakatan damai yang kokoh di Afghanistan hanya bisa dicapai dengan dialog di antara rakyat Afghanistan sendiri, dialog yang diikuti oleh seluruh elemen politik negara ini, termasuk Taliban, dengan memperhatikan kepentingan negara-negara sekitar.
Ira akan membantu setiap perubahan menuju ke arah perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, dan mendukung seluruh upaya yang dilakukan oleh rakyat Afghanistan sendiri.
Republik Islam Iran meyakini kehadiran pasukan asing di Afghanistan melanggar hukum, dan merupakan alasan utama pecahnya perang serta instabilitas di negara ini. Penarikan pasukan asing merupakan prasyarat penting tercapainya perdamaian dan keamanan di Afghanistan. Maka dari itu setiap upaya untuk menarik mundur pasukan asing, akan membuka kesempatan terwujudnya perdamaian di Afghanistan.
Iran menentang langkah terbaru Amerika, dan menganggapnya sebagai upaya untuk melegitimasi kehadiran pasukannya di Afghanistan. Amerika dalam pandangan Iran, tidak punya legitimasi untuk menandatangani kesepakatan damai atau menentukan masa depan Afghanistan. (HS)