Rouhani: Imperialisme AS Lebih Berbahaya dari Covid-19 !
-
Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyebut imperialisme AS sebagai virus yang lebih berbahaya bagi umat manusia daripada virus corona.
Presiden Rouhani dalam percakapan telpon dengan sejawatnya dari Venezuela, Nicolas Maduro hari Senin (13/4/2020) mengatakan bahwa keserakahan dan arogansi para pejabat AS senantiasa menjadi masalah bagi bangsa-bangsa merdeka dan berdaulat di dunia.
Sebelumnya, Rouhani mengungkapkan bahwa kelanjutan sanksi AS terhadap Iran merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang paling jelas.
Presiden Rouhani dalam sidang kabinet hari Minggu (12/4/2020) mengatakan bahwa sanksi pangan dan obat-obatan AS terhadap Iran termasuk contoh nyata terorisme pangan dan kesehatan.
Sanksi unilateral Washington terhadap Tehran, yang meliputi barang-barang kebutuhan dasar, medis dan kesehatan, telah menimbulkan banyak masalah bagi rakyat Iran, yang saat ini sedang menghadapi penyebaran Covid-19.
Namun, pejabat Gedung Putih terus bersikeras untuk melanjutkan pendekatan sanksi mereka sebagai bagian dari kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran, dan terus mengumumkan sanksi baru terhadap Republik Islam.
Pemerintah Republik Islam Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk memveto tindakan Dana Moneter Internasional (IMF).
Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei menekankan bahwa negara anggota IMF lainnya harus mencegah tindakan tidak manusiawi AS yang menjegal upaya IMF untuk mengucurkan bantuan finansial terhadap Iran.
Jubir pemerintah Iran menegaskan bahwa AS harus menghormati Keputusan IMF sebagai sebuah lembaga finansial internasional yang berdiri untuk tujuan moral dan kemanusiaan.(PH)