Pembukaan Kembali Perbatasan Bazargan Demi Mengembangkan Perdagangan Iran-Turki
Perbatasan Bazargan adalah perbatasan pabean terbesar antara Iran dan Turki yang telah dibuka kembali dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan tujuan meningkatkan hubungan perdagangan dua negara, setelah sekitar tiga setengah bulan ditutup karena wabah virus Corona.
Setelah wabah penyakit Corona, perbatasan perdagangan jalur darat yang paling penting di banyak negara ditutup, dan perdagangan antara Iran dan Turki ditutup pada 23 Februari di perbatasan Bazargan di provinsi Azerbaijan Barat di barat laut Iran.
Namun sekarang, dengan pengelolaan dan pengendalian penyakit Corona di sebagian besar negara yang terlibat dalam penyakit ini, dan dengan ketaatan yang ketat serta penerapan protokol kesehatan, perbatasan perdagangan daratan negara-negara secara bertahap dibuka kembali. Dalam konteks ini, Bazargan Center, sebagai pintu gerbang paling penting untuk barang-barang Iran ke Turki dan Eropa, dibuka kembali pada hari Kamis (04/06/2020) atas perintah Menteri Perdagangan Turki.
Perbatasan Bazargan adalah sumber terpenting perdagangan daratan Iran dengan Turki, dan pembukaan kembali perbatasan ini telah memainkan peran penting dalam meningkatkan perdagangan antara kedua negara, yang sebelumnya memiliki dampak negatif bersamaan dengan penyebaran penyakit Corona.
Menyambut pembukaan kembali perbatasan Bazargan, Mahmoud Vaezi, Kepala Komisi Kerjasama Ekonomi Iran-Turki, mengatakan, "Hubungan perdagangan antara Iran dan Turki sedang berkembang dalam konteks penerapan protokol kesehatan."
Pentingnya perbatasan Bazargan beragam, dan di samping pertukaran barang yang berkelanjutan dengan kereta api, lalu lintas jalan juga memainkan peran penting dalam meningkatkan perdagangan antara Iran dan Turki. Lalu lintas jalan ini merupakan gerbang paling penting Iran ke Eropa, di mana rata-rata lebih dari seribu truk dalam sehari dan malam melewati perbatasan dan bea cukai Bazargan.
Turki adalah mitra dagang terbesar keempat Republik Islam Iran, dan presiden kedua negara telah memperkirakan nilai perdagangan antara kedua negara sebesar 30 miliar dolar per tahun. Mencapai tujuan ini tergantung pada kegiatan bisnis sehari-hari yang terus berkembang, penggunaan mata uang nasional, dan konsultasi yang lebih formal yang bertujuan menghilangkan potensi keuangan dan perbankan yang menghambat kerjasama antara Iran dan Turki.
Turki adalah salah satu mitra dagang terpenting Iran, dan dengan mencermati sanksi sepihak dan ilegal AS, memperluas kerja sama dengan tetangga, termasuk Turki, adalah prioritas kebijakan luar negeri dan ekonomi Iran.
Selama embargo, Turki tidak memutuskan perdagangan dengan Iran, dan kesepakatan untuk menggunakan mata uang nasional sebagai ganti dolar dalam perdagangan antara kedua negara menunjukkan pentingnya kerja sama ekonomi dan politik antara Iran dan Turki sebagai negara tetangga.
Mengingat pentingnya kerja sama ekonomi antara Iran dan Turki, upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara dalam bayangan wabah penyakit Corona mendapat perhatian para pejabat Iran dan Turki. Dalam hal ini, Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan percaya bahwa dengan dibukanya kembali perbatasan Bazargan dan perbatasan lainnya, perdagangan antara Turki dan Iran akan meningkat secara signifikan.