Rouhani: Segitiga Kejahatan Dorong AS Keluar dari JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i83228-rouhani_segitiga_kejahatan_dorong_as_keluar_dari_jcpoa
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Republik Islam tidak akan pernah tunduk pada arogansi dan tekanan kekuatan besar khususnya Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 15, 2020 10:47 Asia/Jakarta
  • Presiden Hassan Rouhani.
    Presiden Hassan Rouhani.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Republik Islam tidak akan pernah tunduk pada arogansi dan tekanan kekuatan besar khususnya Amerika Serikat.

"Para pejabat AS perlu mengetahui mereka tidak akan mencapai tujuannya meskipun melakukan tindakan destruktif terhadap kepentingan bangsa Iran," tegasnya dalam rapat kabinet hari Rabu (15/7/2020) di Tehran.

Rouhani menekankan Iran tidak terkucil dalam menghadapi tindakan AS dan proses pertumbuhan ekonominya juga tidak terhenti.

Bertepatan dengan peringatan tahun kelima dicapainya perjanjian nuklir JCPOA, Presiden Iran menuturkan bahwa keluarnya pemerintah AS secara ilegal dari JCPOA merupakan hasil dari upaya segitiga kejahatan yaitu Zionis, para pemimpin reaksioner kawasan, dan kelompok radikal AS.

"Di antara prestasi JCPOA adalah terbuktinya Iran sebagai pencari perdamaian, gagalnya propaganda anti-Iran selama beberapa tahun, gagalnya upaya musuh dalam merusak keamanan nasional Iran, dan berakhirnya resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Tehran," jelasnya.

Dia menilai berakhirnya embargo senjata terhadap Iran sebagai sebuah langkah untuk melindungi hukum internasional dan multilateralisme. Tehran, tegas Rouhani, akan mengawasi setiap manuver dalam hal ini dengan seksama.

"Anggota yang tersisa dalam JCPOA plus Uni Eropa perlu mengetahui bahwa saat ini persoalannya bukan tentang hubungan Iran dengan mereka atau negara-negara regional. Jika mereka tidak bertindak secara cermat, ini akan menjadi pukulan besar bagi multilateralisme dan semua akan merugi," pungkasnya. (RM)