Rouhani: Meski Disanksi, Kemajuan Iran Tidak Berhenti
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani dalam sidang kabinet pada hari Rabu (15/7/2020) menyinggung peringatan lima tahun penandatangan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) antara Iran dan enam kekuatan dunia.
"Penyebab di balik masalah dan kegagalan JCPOA adalah para pelanggar hukum Amerika," kata Rouhani.
Dia menambahkan, Republik Islam Iran tidak akan pernah tunduk pada arogansi dan tekanan kekuatan besar khususnya Amerika Serikat.
"Terlepas dari upaya Amerika Serikat, Iran tidak pernah - dan tidak akan pernah - terisolasi, dan kemajuannya di jalur pembangunan tidak akan berhenti," tegasnya.
Rouhani lebih lanjut menyinggung bahwa pemerintah AS saat ini tidak memiliki legitimasi, dan mengatakan, kerangka dasar kebijakan Iran di dunia menunjukkan bahwa Iran adalah negara yang damai dan taat hukum.
Presiden Iran menyebut akhir dari embargo senjata terhadap Iran sebagai langkah untuk melindungi hukum internasional, multilateralisme, dan menghargai perjanjian internasional, dan mengatakan, "Tehran telah memonitor perkembangan di area ini."
"Negara-negara 4+1 harus tahu bahwa hari ini bukan tentang hubungan Iran dengan mereka atau negara-negara di kawasan, dan jika mereka tidak bertindak hati-hati karena pengaruh Amerika Serikat, mereka akan merusak hukum internasional, multilateralisme dan perjanjian internasional, dan itu akan merugikan semua orang," imbuhnya.
Presiden Iran itu menegaskan, kami berharap bahwa dengan kewaspadaan negara-negara, terutama negara-negara anggota 4+1, mengenai berakhirnya embargo senjata terhadap Iran, Amerika Serikat akan gagal memajukan tindakan politik dan hukumnya terhadap Tehran.
Ketika menyinggung peringatan tahun kelima perjanjian nulir JCPOA, Rouhani menyebut penarikan ilegal pemerintah AS dari kesepakatan internasional ini sebagai hasil dari upaya jahat Zionis, pemimpin reaksioner, dan ekstremis di Amerika Serikat.
"Bukti pendekatan pencarian perdamaian Iran dan hilangnya kredibilitas propaganda anti-Iran, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, penghancuran platform musuh yang diciptakan untuk merusak keamanan nasional Iran, dan pembatalan resolusi Dewan Keamanan, bersama dengan berakhirnya embargo senjata Iran, adalah pencapaian JCPOA yang bertahan sampai hari ini, meskipun ada upaya AS (untuk menghancurkan kesepakatan ini)," jelasnya.
Rouhani lebih lanjut menyinggung tekanan kekuatan-kekuatan dunia terhadap Iran dan mengatakan, Republik Islam tidak akan pernah menyerah pada tekanan kekuatan-kekuatan utama dunia, terutama Amerika Serikat.
"Terlepas dari upaya Amerika Serikat, Iran tidak pernah dan tidak akan pernah diisolasi, dan kemajuannya di jalur pengembangan tidak akan berhenti. Para pejabat Amerika harus tahu bahwa meskipun mereka giat bekerja untuk memukul kepentingan rakyat Iran, mereka tidak akan pernah mencapai tujuannya," tegasnya.
Menurut Rouhani, catatan ekonomi Iran tahun 1398 HS menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan sanksi dan masalah yang disebabkan oleh Virus Corona, tingkat inflasi telah menurun dan pertumbuhan ekonomi Iran tanpa minyak kita adalah positif. (RA)
"Penyebab di balik masalah dan kegagalan JCPOA adalah para pelanggar hukum Amerika," kata Rouhani.
Dia menambahkan, Republik Islam Iran tidak akan pernah tunduk pada arogansi dan tekanan kekuatan besar khususnya Amerika Serikat.
"Terlepas dari upaya Amerika Serikat, Iran tidak pernah - dan tidak akan pernah - terisolasi, dan kemajuannya di jalur pembangunan tidak akan berhenti," tegasnya.
Rouhani lebih lanjut menyinggung bahwa pemerintah AS saat ini tidak memiliki legitimasi, dan mengatakan, kerangka dasar kebijakan Iran di dunia menunjukkan bahwa Iran adalah negara yang damai dan taat hukum.
Presiden Iran menyebut akhir dari embargo senjata terhadap Iran sebagai langkah untuk melindungi hukum internasional, multilateralisme, dan menghargai perjanjian internasional, dan mengatakan, "Tehran telah memonitor perkembangan di area ini."
"Negara-negara 4+1 harus tahu bahwa hari ini bukan tentang hubungan Iran dengan mereka atau negara-negara di kawasan, dan jika mereka tidak bertindak hati-hati karena pengaruh Amerika Serikat, mereka akan merusak hukum internasional, multilateralisme dan perjanjian internasional, dan itu akan merugikan semua orang," imbuhnya.
Presiden Iran itu menegaskan, kami berharap bahwa dengan kewaspadaan negara-negara, terutama negara-negara anggota 4+1, mengenai berakhirnya embargo senjata terhadap Iran, Amerika Serikat akan gagal memajukan tindakan politik dan hukumnya terhadap Tehran.
Ketika menyinggung peringatan tahun kelima perjanjian nulir JCPOA, Rouhani menyebut penarikan ilegal pemerintah AS dari kesepakatan internasional ini sebagai hasil dari upaya jahat Zionis, pemimpin reaksioner, dan ekstremis di Amerika Serikat.
"Bukti pendekatan pencarian perdamaian Iran dan hilangnya kredibilitas propaganda anti-Iran, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, penghancuran platform musuh yang diciptakan untuk merusak keamanan nasional Iran, dan pembatalan resolusi Dewan Keamanan, bersama dengan berakhirnya embargo senjata Iran, adalah pencapaian JCPOA yang bertahan sampai hari ini, meskipun ada upaya AS (untuk menghancurkan kesepakatan ini)," jelasnya.
Rouhani lebih lanjut menyinggung tekanan kekuatan-kekuatan dunia terhadap Iran dan mengatakan, Republik Islam tidak akan pernah menyerah pada tekanan kekuatan-kekuatan utama dunia, terutama Amerika Serikat.
"Terlepas dari upaya Amerika Serikat, Iran tidak pernah dan tidak akan pernah diisolasi, dan kemajuannya di jalur pengembangan tidak akan berhenti. Para pejabat Amerika harus tahu bahwa meskipun mereka giat bekerja untuk memukul kepentingan rakyat Iran, mereka tidak akan pernah mencapai tujuannya," tegasnya.
Menurut Rouhani, catatan ekonomi Iran tahun 1398 HS menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan sanksi dan masalah yang disebabkan oleh Virus Corona, tingkat inflasi telah menurun dan pertumbuhan ekonomi Iran tanpa minyak kita adalah positif. (RA)