Rouhani: Pasukan Asing tidak akan Mampu Merusak Persaudaraan Iran-Irak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i83451-rouhani_pasukan_asing_tidak_akan_mampu_merusak_persaudaraan_iran_irak
Presiden Iran dan Perdana Menteri Irak, mencatat bahwa hubungan Tehran dan Baghdad melampaui hubungan bertetangga dan menekankan kedaulatan dan keamanan nasional Iran-Irak adalah saling terkait.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 21, 2020 21:46 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam konferensi pers di Tehran.
    Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam konferensi pers di Tehran.

Presiden Iran dan Perdana Menteri Irak, mencatat bahwa hubungan Tehran dan Baghdad melampaui hubungan bertetangga dan menekankan kedaulatan dan keamanan nasional Iran-Irak adalah saling terkait.

Presiden Hassan Rouhani pada Selasa (21/7/2020) sore, menerima kunjungan PM Mustafa al-Kadhimi di Tehran.

“Kepedulian kedua bangsa dan pemerintah Iran dan Irak terhadap nasib satu sama lain merupakan sebuah aset besar untuk pengembangan hubungan dan kerja sama yang komprehensif antara kedua negara,” ujar Rouhani.

Dia menggarisbawahi bahwa Iran-Irak memiliki banyak kesamaan budaya, agama, sejarah dan politik, dan hauzah ilmiah Qum dan Najaf adalah dua aset besar bagi kedua negara.

Menurut Rouhani, Iran dan Irak dapat bekerja sama untuk mengatasi situasi sulit yang ditimbulkan oleh pandemi virus Corona. Kedua negara harus sepenuhnya mengimplementasikan perjanjian-perjanjian yang ada sesegera mungkin melalui kerja sama yang luas di semua bidang.

PM Irak (kiri) dan Presiden Iran dalam pertemuan di Tehran.

“Menjaga keutuhan wilayah teritorial dan keamanan Irak sebagai sebuah tetangga yang penting dan strategis adalah sangat penting bagi Iran. Pasukan asing tidak akan mampu merusak hubungan persaudaraan antara dua tetangga lama ini,” tandasnya.

Iran, lanjut Rouhani, sangat mendukung peran menentukan Irak sebagai sebuah negara Muslim dan Arab yang kuat di kawasan dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas.

Sementara itu, Mustafa al-Kadhimi menyebut hubungan Iran-Irak melebihi dari hubungan biasa antara dua negara bertetangga.

“Republik Islam Iran dan Irak memiliki hubungan strategis, di mana ketertarikan mendalam antara rakyak kedua negara dapat menjadi modal besar bagi hubungan strategis ini,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, Rouhani dan al-Kadhimi sepakat membentuk komite bersama untuk menindaklanjuti dan mempercepat implementasi perjanjian kedua negara. (RM)