Rouhani: Rakyat Iran tidak akan Menyerah dihadapan Intimidasi AS
-
Rouhani dan Ignazio Cassis
Presiden Republik Islam Iran seraya mengisyaratkan sanksi zalim dan tidak adil Amerika Serikat terhadap Tehran mengatakan, rakyat Iran tidak akan menyerah dihadapan arogansi dan intimidasi sebuah kekuatan.
Hassan Rouhani Senin (7/9/2020) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis di Tehran seraya menjelaskan bahwa tolok ukur di hubungan negara adalah hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, mengungkapkan, Amerika selama bertahun-tahun ingin menumbangkan pemerintahan Republik Islam Iran dan mengintervensi urusan internal Tehran.
Seraya menekankan bahwa Iran komitmen terhadap hukum internasional dan kesepakatan multilateral, Rouhani mengingatkan, kapan saja Amerika memutuskan untuk mengakhiri kesalahannya dan kembali komitmen terhadap resolusi 2231 serta JCPOA, maka jalan bagi mereka akan terbuka.
Di pertemuan ini Rouhani juga mengisyaratkan sejumlah kejahatan Amerika termasuk sanksi dan perang ekonomi terhadap Iran dan mengatakan, negara-negara sahabat dan pecinta kekebasan di dunia tidak boleh bungkam terhadap terorisme dan aksi-aksi ilegal Amerika Serikat.
Rouhani juga menjelaskan bahwa Iran berharap di kondisi pandemi Corona, negara-negara Eropa melakukan langkah praktis yang tegas dan jelas dalam melawan terorisme ekonomi Amerika, mengaktifkan kanal finansial Swiss serta memainkan peran efektif.
Sementara itu, menlu Swiss di pertemuan ini mengisyaratkan peringatan 100 tahun hubungan politik dan diplomatik kedua negara menilai hubungan Iran dan Swiss sangat baik dan dekat serta menekankan perluasan hubungan di semua bidang.
Ignazio Cassis seraya mengisyaratkan pentingnya menjaga hukum dan ketentuan internasional oleh seluruh negara menandaskan, kanal finansial Swiss untuk menghapus kendala akibat sanksi AS terhadap Iran sebuah rencana yang telah dijalankan dan Swiss akan berusaha memainkan peran efektif di kanal ini. (MF)