Zarif Seru Eropa Tolak Terorisme Ekonomi AS
-
Menlu Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Kamis (10/9/2020) malam saat merespon statemen petinggi Eropa yang meminta Tehran melaksanakan secara penuh komitmennya di bawah JCPOA sehingga kekhawatiran Eropa terkait program sipil nuklir Iran terhapus, di cuitan Twitternya menulis, Iran karena agama dan strategi yang lebih berpegaruh dari kesepakatan apa pun, menolak tegas senjata nuklir.
“Jika Troika Eropa (Inggris, Prancis dan Jerman) dan Uni Eropa ingin sepenuhnya menerapkan langkah-langkah membangun kepercayaan dan meningkatkan transparansi yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB, mereka harus menolak terorisme ekonomi AS, sama seperti mereka menolak tindakan kriminal AS di Dewan Keamanan PBB,” tambah Zarif seperti dilaporkan IRNA.
Menteri Luar Negeri Jerman, Inggris dan Prancis hari Kamis di pertemuan mereka di London dan diikuti kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa melalui video konferensi, menolak upaya Amerika memulihkan sanksi internasional terhadap Iran.
Menlu troika Eropa di pertemuan yang digelar untuk mengkoordinasi langkah selanjutnya terkait JCPOA, menekankan pentingnya mempertahankan kesepakatan internasional ini, namun tanpa mengisyaratkan sikap mereka yang tidak menjalankan komitmennya di JCPOA dan kecaman atas sanksi ilegal AS terhadap Iran, menuntut Tehran sepenuhnya patuh dengan komitmennya.
Menyusul keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA pada 8 Mei 2018, Iran berusaha mempertahankan kesepakatan ini dengan syarat pihak seberang juga patuh terhadap komitmennya, namun Eropa tidak menunjukkan prestasi di langkah praktisnya untuk mempertahankan JCPOA.
Di kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019, setahun setelah keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA menyatakan akan mengurangi komitmennya di kesepakatan nuklir secara bertahap sesuai dengan pasal 26 dan 36 sehingga tercapai keseimbangan antara komitmen dan hak Iran.
Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak patuh terhadap komitmennya, Iran berhak untuk menghentikan komitmennya secara total atau sebagian.
Iran menekankan, jika sanksi dihapus dan Iran mendapat manfaat dari JCPOA, maka Tehran siap kembali ke komitmen penuhnya di kesepakatan nuklir. (MF)