Rouhani: AS Tenggelam dalam Isolasi yang Dibuatnya Sendiri !
-
Presiden Iran, Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran menyatakan Amerika Serikat tidak dapat memaksakan negosiasi atau perang terhadap negara lain, dan kini sudah saatnya dunia menolak segala bentuk pemaksaan dan penindasan.
Hassan Rouhani dalam konferensi video yang disiarkan di Sidang Tahunan ke-75 Majelis Umum PBB Selasa malam mengatakan bahwa era dominasi dan hegemoni telah berakhir.
"Dua kali penolakan Dewan Keamanan terhadap AS yang berupaya menggunakan instrumen ilegalnya terhadap institusi internasional ini dan Resolusi 2231, menunjukkan kemenangan bukan hanya bagi Iran, tetapi juga bagi transisi sistem internasional di dunia pasca-Barat, ketika rezim hegemonik [AS] tenggelam dalam isolasi yang dibuatnya sendiri," ujar Presiden Iran dalam pidatonya hari Selasa (22/9/2020).
"Hidup sulit dengan sanksi, tapi lebih sulit lagi hidup tanpa kemerdekaan," tegas Rouhani.
Di bagian lain pidatonya, Presiden Iran menyinggung dampak kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran yang menargetkan mata pencaharian, kesehatan, bahkan hak hidup rakyat Iran.
"Mereka sendiri dengan kaki tangannya menyulut berbagai perang, pendudukan dan agresi di Palestina, Afghanistan dan Yaman, juga Suriah, Irak, Lebanon, Libya, Sudan dan Somalia. Tetapi ironisnya mengklaim Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kekalahan fatalnya," papar Rouhani.
Rouhani dalam pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB Selasa malam juga menjelaskan rekam jejak brilian Iran Islam sebagai poros perdamaian dan stabilitas di kawasan, terutama dalam perang melawan terorisme. (PH)