Gharibabadi: IAEA Harus Nyatakan Sikap atas Teror Fakhrizadeh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i87815-gharibabadi_iaea_harus_nyatakan_sikap_atas_teror_fakhrizadeh
Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina pada Senin (30/11/2020) malam meminta pernyataan yang tegas dari lembaga ini terkait teror ilmuan nuklir dan pertahanan Iran Dr. Mohsen Fakhrizadeh.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Des 01, 2020 09:40 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharibabadi, Wakil Tetap Iran di IAEA
    Kazem Gharibabadi, Wakil Tetap Iran di IAEA

Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina pada Senin (30/11/2020) malam meminta pernyataan yang tegas dari lembaga ini terkait teror ilmuan nuklir dan pertahanan Iran Dr. Mohsen Fakhrizadeh.

Menurut laporan FNA, Kazem Gharibabadi, Wakil Tetap Iran di IAEA, menanggapi pernyataan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, bahwa tidak seorang pun, termasuk Iran yang akan menang dari pengurangan atau pembatasan inspeksi, seraya menyatakan, sejak awal lembaga tersebut diharapkan untuk menyatakan dengan jelas sikapnya pada aksi teroris baru-baru ini (teror syahid Fakhrizadeh) dan dengan tegas mengutuknya.

IAEA dan Republik Islam Iran

Gharibabadi menambahkan bahwa IAEA memiliki tanggung jawab langsung dan mendasar di hadapan negara yang memiliki program nuklir paling transparan terhadap negara anggota karena mengimplementasikan berbagai kewajiban dan negara yang menerima inspeksi paling banyak, tetapi para ilmuwannya di bawah ancaman teror atau diteror, dan fasilitasnya nuklirnya juga diserang atau disabotase.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan pada hari Senin (30/11) bahwa tidak ada yang akan memenangkan pengurangan atau pembatasan inspeksi sebagai tanggapan terhadap Rencana Strategis Parlemen Islam Iran, yang dapat menyebabkan penangguhan Protokol Tambahan di Iran jika pihak-pihak Eropa terus tidak mau melakukan kewajiban JCPOA-nya.

Mengenai teror syahid Fakhrizadeh, Grossi hanya mengatakan bahwa IAEA menyatakan rasa jijiknya dengan kekerasan apapun.

Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir dan pertahanan Iran, menjadi martir dalam serangan teroris di wilayah Absard di Damavand, provinsi Tehran, pada Jumat (27/11) malam.

Teror buta dan pengecut terhadap syahid Mohsen Fakhrizadeh telah memicu banyak reaksi internasional.

Sejauh ini, banyak negara, termasuk Suriah, Rusia, Swiss, Venezuela, Afrika Selatan, Turki, Qatar, Kuwait, Lebanon, Yordania dan Afghanistan, telah mengutuk teror Dr. Mohsen Fakhrizadeh.

Banyak negara dan media telah mempertimbangkan keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam mengorganisir aksi teror syahid Mohsen Fakhrizadeh.

Tehran, berdasarkan RUU Rencana Aksi Strategis untuk Pembatalan Sanksi, akan menarik diri dari implementasi sukarela Protokol Tambahan dalam dua bulan ke depan jika negara-negara Eropa tidak memenuji kewajibannya dalam JCPOA.

Uni Eropa dan Troika Eropa (Jerman, Inggris, dan Prancis) telah berjanji untuk mempertahankan perjanjian tersebut setelah penarikan ilegal AS dari JCPOA (8 Mei 2018), tetapi sejauh ini belum ada keberhasilan dalam langkah-langkah praktis yang dijanjikan untuk mempertahankan kesekpatan itu.