Takht-Ravanchi: Sejarah Mencatat Kekejaman AS di Puncak Corona
-
Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Republik Islam di PBB
Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Majid Takht Ravanchi mengatakan, sanksi sepihak Amerika Serikat di puncak penyebaran Virus Corona menargetkan para pasien.
"Sejarah akan mencatat bagaimana, dalam menghadapi kebutuhan dunia akan empati dan tanggapan bersama terhadap pandemi Corona, Amerika Serikat tidak mengampuni nyawa manusia dengan menjatuhkan sanksi sepihak, tidak bermoral, dan tidak manusiawi," kata Majid Takht-Ravanchi seraya mencatat bahwa AS telah meningkatkan sanksi sepihaknya terhadap beberapa negara pada puncak Corona. Demikian dilaporkan IRIB, Senin (07/12/2020).
"Penyakit epidemik dengan angka kematian yang tinggi memiliki efek negatif pada situasi ekonomi dan sosial negara-negara yang terlibat konflik dan dengan menambah lapisan lain pada masalah yang ada, berarti telah memperumit situasi," jelas Takht-Ravanchi.
Wakil Tetap Iran di Majelis Umum PBB menyatakan, Iran, sebagai negara yang terkena dampak Corona dan sekaligus menjadi sasaran sanksi AS, sangat menyadari bagaimana dan sejauh mana sanksi tersebut, dengan menciptakan kendala terhadap impor peralatan medis dan obat-obatan, seberapa jauh mereka merongrong kapasitas negara target melawan Corona.
Sanksi sepihak dan penindasan Washington, yang meliputi barang-barang pokok dan bahkan obat-obatan dan peralatan medis, telah menimbulkan banyak masalah bagi rakyat Iran, terutama para pasien Corona. (SL)