Khaji: Usulan Iran untuk Solusi Krisis Yaman Masih di atas Meja
https://parstoday.ir/id/news/iran-i88211-khaji_usulan_iran_untuk_solusi_krisis_yaman_masih_di_atas_meja
Asisten senior menteri luar negeri Iran untuk urusan khusus politik mengatakan, Republik Islam Iran sejak awal agresi militer ke Yaman telah mengusulkan solusi politik untuk mengakhiri perang ini, dan proposal ini masih tetap ada di atas meja.
(last modified 2026-04-18T09:26:41+00:00 )
Des 13, 2020 17:17 Asia/Jakarta
  • Ali Asghar Khaji
    Ali Asghar Khaji

Asisten senior menteri luar negeri Iran untuk urusan khusus politik mengatakan, Republik Islam Iran sejak awal agresi militer ke Yaman telah mengusulkan solusi politik untuk mengakhiri perang ini, dan proposal ini masih tetap ada di atas meja.

Ali Asghar Khaji Ahad (13/12/2020) kepada televisi al-Masirah menekankan, Republik Islam Iran sejak awal agresi ke negara ini menyatakan solusi krisis ini adalah solusi politik dan oleh karena itu, Tehran menggulirkan prakarsa empat butir.

Seraya menjelaskan bahwa sejumlah negara kawasan meyakini jika mereka mampu mengakhiri krisis Yaman dalam tempo tiga hingga empat bulan dengan jalur militer dan tanpa memberi konsesi politik kepada seluruh pihak, Khaji menambahkan, kini agresor meski setelah enam tahun serangan militer bukan saja gagal meraih ambisinya, bahkan rakyat negara ini mampu mengubah kekuatan demi keuntungan mereka dengan menciptakan konstelasi dan pertahanan.

Ia juga menjelaskan bahwa serangan militer ke Yaman telah menciptakan krisis kemanusiaan terbesar abad ini, Khaji mengatakan, "Saya berharap negara-negara kawasan, Amerika Serikat dan musuh Yaman memahami bahwa perang bukan sebuah solusi."

Arab Saudi dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)