Agenda Lawatan Menteri Perminyakan Iran ke Rusia
-
Menteri perminyakan Iran
Menteri Perminyakan Republik Islam Iran, Bijan Namdar Zanganeh melakukan perjalanan ke Moskow hari ini (Minggu,20/12/2020) untuk bertemu dengan para pejabat negara ini guna membahas perkembangan terbaru di pasar minyak dunia.
Zanganeh bertemu dengan sejawatnya dari Rusia, Nikolai Shulginov yang baru saja menggantikan Alexander Novak sebagai menteri energi negeri beruang putih.
Selama ini Iran dan Rusia menjalin kerja sama erat yang di berbagai bidang, termasuk di bidang energi. Rusia sebagai produsen dan eksportir minyak terbesar memiliki pengaruh di pasar energi global.
Kerja sama kedua negara tidak hanya di level bilateral saja, tapi juga memiliki pengaruh regional dan global, termasuk dalam koridor OPEC plus yang membantu menyeimbangkan harga pasar sampai batas tertentu di tengah pusaran pandemi Covid-19.
Dalam sebuah artikel di surat kabar Kuwait Al-Qabas, Abdullah Elmi, seorang analis pasar minyak menganalisis peran OPEC Plus dalam dua level. Pertama menghadapi lebih banyak produksi minyak. Kedua, memandang penting implementasi penuh perjanjian pengurangan produksi untuk mengembalikan stabilitas pasar global
Tampaknya, hasil keputusan OPEC Plus pada tahun 2020 secara relatif bisa menciptakan keseimbangan dan stabilitas pasar minyak global.
OPEC saat ini memproduksi sekitar sepertiga dari pasokan minyak dunia, sedangkan produksi OPEC Plus sekitar 50 persen, yang membuat peran tersebut semakin penting. Meskipun demikian masih harus dilihat bagaimana dampak dari keputusan OPEC Plus dalam beberapa bulan mendatang.

Pertemuan komite teknis bersama ke-47 dan pertemuan komite pengawasan bersama kementerian ke-25 yang semula dijadwalkan akan digelar pada 16 dan 17 Desember 2020 akhrinya diundur pada 3 dan 4 Januari 2021. Adapun pertemuan ketiga belas menteri OPEC dan non-OPEC dijadwalkan pada 4 Januari 2021.
Pada awal Desember lalu, Bijan Zanganeh kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan kedua belas Menteri Minyak dan Energi OPEC Plus mengungkapkan, "Penurunan produksi yang kita miliki pada akhir tahun ini sebesar 7,7 juta barel menjadi 7,2 juta barel untuk Januari 2021 dan besaran pengurangan produksi di bulan-bulan setelah Januari akan ditentukan dalam pertemuan Kementerian OPEC Plus berikutnya.
Namun, jika keputusan dibuat dalam beberapa bulan mendatang untuk mengubah tingkat penurunan produksi, jumlah ini tidak akan melebihi 500.000 barel.
Mengenai dampak keputusan ini terhadap harga pasar, Menteri Perminyakan Iran menjelaskan, "Saya tidak tahu apakah itu akan memiliki efek yang menentukan di pasar, karena 500.000 barel per hari tidak banyak, sedangkan keputusan saat ini dibuat selama satu bulan dan keputusan akan dibuat dalam pertemuan-pertemuan mendatang." .
Bagaimanapun, keputusan akhir akan dibuat dalam beberapa bulan mendatang dan dalam pertemuan-pertemuan mendatang, dan setiap keputusan mengenai masalah ini akan tunduk pada penawaran dan permintaan pasar.
Secara keseluruhan, masalah-masalah ini menunjukkan bahwa kerja sama antara negara anggota dan non-anggota OPEC, terutama Rusia akan memengaruhi nasib semua pihak. Oleh karena itu, berbagai negara harus menahan diri dari tindakan sepihak, sebab tindakan tersebut akan merugikan kepentingan bersama.(PH)