Rahbar: Pencabutan Sanksi, Syarat Iran kembali ke Komitmen JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i90914-rahbar_pencabutan_sanksi_syarat_iran_kembali_ke_komitmen_jcpoa
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, Iran akan kembali ke komitmen penuh dalam perjanjian nuklir JCPOA ketika Amerika Serikat mencabut seluruh sanksi secara praktis dan bukan sekedar ucapan atau di atas kertas.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 07, 2021 22:02 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, Iran akan kembali ke komitmen penuh dalam perjanjian nuklir JCPOA ketika Amerika Serikat mencabut seluruh sanksi secara praktis dan bukan sekedar ucapan atau di atas kertas.

Ayatullah Khamenei Ahad (7/2/2021) saat bertemu dengan sejumlah komandan angkatan udara dan unit anti udara militer, menyebut baiat bersejarah Homafaran (AU era Shah Pahlevi) dengan Imam Khomeini pada 19 Bahman 1357 Hs (8 Februari 1979) sebagai salah satu kejutan penting dan faktor kemenangan revolusi Islam serta indikasi kesalahan perhitungan AS.

Rahbar Ayatullah Khamenei

"Keharusan dari kelanjutan gerakan cepat Revolusi adalah partisipasi rakyat di lapangan, kerja dan upaya tak kenal henti, kesatuan kata khususnya di antara pejabat, percaya kepada janji Ilahi serta meningkatkan eleman kekuatan nasional secara praktis," tambah Rahbar.

Rahbar juga menilai skandal terbaru AS dan tumbangnya Donald Trump sebagai pudarnya reputasi, kekuatan dan sistem sosial serta politik di Amerika. Seraya menyinggung statemen petinggi Eropa dan Amerika terkait JCPOA dan sanksi, Rahbar menekankan, AS dan Eropa tidak memiliki hak untuk menentukan syarat, karena mereka melanggar komitmennya sendiri dan pihak yang berhak menentukan syarat adalah Iran, karena Tehran tetap patuh terhadap komitmennya.

"Iran akan kembali ke komitmennya dalam JCPOA ketika Amerika secara praktis dan tidak sekedar di mulut atau di atas kertas mencabut seluruh sanksi, dan pencabutan sanksi ini akan diuji oleh Iran. Ini adalah kebijakan pasti dan tidak dapat dicabut oleh Republik Islam serta disetujui oleh seluruh pejabat, serta tidak ada yang akan mundur dari sikap ini," tegas Rahbar.

Seraya menekankan bahwa kesalahan kalkulasi AS terhadap Iran terus berlanjut serta Washington tidak memiliki pemahaman yang benar terhadap bangsa Iran, Rahbar menambahkan, "Salah satu contoh dari kesalahan perhitungan ini adalah fitnah 88 di mana presiden AS dari kubu Demokrat dengan anggapan berhasil, secara resmi mendukung fitnah ini."

Rahbar juga menyebut sanksi keras dengan tujuan membuat Iran menyerah sebagai contoh lain dari kesalahan perhitungan Amerika, dan mengatakan, "Salah satu dari orang bodoh dua tahun lalu mengatakan bahwa kita akan merayakan tahun baru Januari 2019 di Tehran. Kini orang tersebut bergabung ke tong sampah sejarah dan ketuanya juga diusir atau ditendang dari Gedung Putih, namun Republik Islam Iran dengan rahmat Allah, masih tetap berdiri."

Ayatullah Khamenei menilai alasan kebingungan dan kerancuan rezim-rezim yang bergantung kepada Amerika di kawasan khususnya rezim Zionis Israel serta omong besar terbaru mereka adalah ketakutan atas fakta kemunduran Amerika di lingkaran internasional serta di dalam negeri. (MF)