Malaysia Umumkan Solidaritas untuk Rakyat Palestina
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia, mengatakan bahwa negaranya tetap bersolidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Anwar Ibrahim, Minggu (8/10/2023) seperti dikutip situs The Star, mengkritik masyarakat internasional atas sikap tidak adil mereka terkait kekejaman dan penindasan terhadap rakyat Palestina.
"Ketidakadilan ini menyebabkan ratusan nyawa orang tak bersalah menjadi korban," kata PM Malaysia, di akun X miliknya.
Sebelumnya pemerintah Malaysia, mendesak supaya akar penyebab kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza, ditemukan.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan, "Rakyat Palestina telah menjadi target pendudukan ilegal berkepanjangan, sasaran blokade dan objek penderitaan, penistaan Masjid Al Aqsa, serta kebijakan perampasan oleh Israel, sebagai penjajah."
Ditambahkannya, "Pada situasi kritis seperti sekarang ini, korban jiwa, penderitaan masyarakat dan kehancuran lebih besar harus dihentikan, dan semua pihak harus menahan diri, serta melakukan deeskalasi konflik."
Pemerintah Malaysia mengaku prihatin dengan kekerasan terbaru di Timur Tengah, dan mendesak Dewan Keamanan PBB, untuk bertanggung jawab menjalankan amanat memelihara perdamaian, dan keamanan internasional.
Menurut pemerintah Malaysia, rakyat Palestina, berhak secara hukum internasional untuk hidup damai di wilayah perbatasan sebelum tahun 1967 dengan Al Quds sebagai ibu kotanya. (HS)