Malaysia Sambut Partisipasi Iran dalam Mihas
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i69129-malaysia_sambut_partisipasi_iran_dalam_mihas
Direktur Pelaksana Perusahaan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia (Matrade) Datuk Wan Latiff Wan Musa mengatakan, kami menyambut pasokan produk makanan Republik Islam Iran, terutama kacang-kacangan berkualitas baik, kurma dan minyak zaitun di pasar internasional produk makanan halal Malaysia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 09, 2019 15:30 Asia/Jakarta
  • Malaysia International Halal Showcase (Mihas).
    Malaysia International Halal Showcase (Mihas).

Direktur Pelaksana Perusahaan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia (Matrade) Datuk Wan Latiff Wan Musa mengatakan, kami menyambut pasokan produk makanan Republik Islam Iran, terutama kacang-kacangan berkualitas baik, kurma dan minyak zaitun di pasar internasional produk makanan halal Malaysia.

"Mihas (Pameran Internasional Industri Halal Malaysia) adalah pusat yang tepat untuk memamerkan produk-produk halal Iran ke pasar dunia, di mana negara ini bisa menjual produk-produknya," kata Wan Latiff  ketika menyinggung kerjasama dan interaksi antara Malaysia dan Iran, seperti dilansir IRIB News, Selasa (9/4/2019).

Dia juga menyinggung peluang bagus untuk pasar penjualan ketika penyelenggaraan Olimpiade 2020 di Jepang.

"Ini adalah peluang terbaik bagi Malaysia dan negara-negara yang aktif lain di bidang produksi halal untuk berpartisipasi dalam pasar ini dan mengambil keuntungan besar," ujarnya.

CEO Matrade itu lebih lanjut mengabarkan sertifikasi halal bagi investasi bersama di bidang produk makanan halal Malaysia di restoran dan hotel negara ini selama penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo.

"Kesepakatan ini mendorong perluasan area perdagangan produk makanan halal Malaysia dan akan mendapat manfaat dari nilai tambahnya," jelasnya.

Wan Latiff  juga menyinggung kapasitas nilai ekspor produk halal Malaysia setiap tahunnya. Menurutnya, nilai penjualan dan ekspor produk-produk ini mencapai lebih dari 10 miliar dolar Amerika.

Dia menuturkan, sebagian besar konsumen produk halal Malaysia adalah negara-negara seperti Singapura, Cina, Amerika dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Malaysia International Halal Showcase (Mihas) adalah pameran dagang tahunan yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia selama empat hari.

Mihas diselenggarakan oleh Kementerian Industri dan Perdagangan Internasional (MITI) Malaysia, dan dikelola oleh Perusahaan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia (Matrade/The Malaysia External Trade Development Corporation).

Sejumlah pebisnis Iran menjual produk-produk halal negara ini di Mihas melalui perusahaan asing. Hal ini dilkukan agar bisa menghindari sanksi.

Mihas telah berkembang pesat sejak awal pada tahun 2004. Menurut CEO Matrade, Mihas pertama kali diadakan di tenda dekat gedung Matrade.

Wan Latiff menuturkan, awalnya fokus pada industri makanan dan minuman, tetapi hari ini telah berkembang ke bidang-bidang seperti layanan keuangan Islam, produk pertanian, farmasi dan kosmetik, mode dan produk lainnya.

"Setelah 16 tahun, Mihas telah menjadi pameran perdagangan halal top dunia dengan lebih dari 1.000 peserta pameran dari 44 negara tahun ini. Mihas juga menarik pengunjung dari 80 negara," jelasnya.

Wan Latiff mengatakan Mihas 2019 menarik lebih dari 29.000 pengunjung dan nilai ekspornya mencapai lebih dari RM 1,6 miliar.

Menurutnya, selain itu, mereka juga memiliki 43 presentasi merek dan 60 peluncuran produk.

Dia menandaskan, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan 2,13 triliun dolar Amerika pada tahun 2017 dan dari jumlah itu 270 miliar dolar Amerika dihabiskan untuk "mode sederhana".

Wan Latiff mengatakan bahwa busana sederhana dan cara berpakaian Muslim, juga diperkenalkan untuk pertama kalinya tahun ini di Mihas, dan ini adalah pasar yang sangat besar, di mana desainer Malaysia diberi kesempatan untuk memamerkan karya mereka.

"Lebih dari 60% dari penjualan RM1,6 miliar dilakukan oleh perusahaan lokal - besar dan kecil," katanya.

Dia mengatakan Mihas adalah batu loncatan untuk Usaha Kecil dan Menengah setempat untuk memasuki pasar halal guna memulai mengekspor produk mereka serta memperkuat jejak mereka di luar negeri. (RA)