Dinamika Asia Tenggara 28 Desember 2018
Dinamika Asia tenggara di penghujung akhir tahun 2018 ini diwarnai berbagai isu di antaranya perhatian publik dunia terhadap peristiwa tsunami Selat Sunda yang menimbulkan korban jiwa ratusan orang.
Tahun 2018 disebut sebagai tahun pemberantasan korupsi di Malaysia sejak Mahathir kembali memimpin negara ini. Dari Thailand, terjadi ledakan bom di pantai Samila, provinsi Songkhla meskipun tidak menimbulkan korban jiwa. Militer Myanmar mengumumkan gencatan senjata selama empat bulan di wilayah utara negara ini yang akan dimulai sejak awal tahun 2019, dan tiga negara ASEAN patroli bersama dengan Cina.
Dunia Sampaikan Belasungkawa kepada Indonesia
Para Pemimpin Dunia menyampaikan belasungkawa atas tsunami Selat Sunda. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pernyataan belasungkawa kepada sejawatnya dari Indonesia Joko Widodo atas terjadinya bencana tsunami di perairan Selat Sunda baru-baru ini.
"Rusia turut berduka atas (bencana yang menimpa) negara sahabat Indonesia," ucap Putin dalam pesannya yang disampaikan kepada Jokowi, dilansir kantor berita TASS pada Rabu (26/12).
"Saya meminta Anda untuk menyampaikan rasa simpati dan dukungan yang tulus kepada para korban dan keluarga yang terdampak bencana, serta berharap keadaan dan korban luka bisa segera pulih," tegas Presiden Rusia.
Selain Putin, sejumlah kepala negara lain seperti: Presiden Iran, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan negara lain juga telah menyampaikan ucapan duka cita untuk Indonesia.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa juga berjanji akan segera menyalurkan bantuan kemanusiaan jika pemerintah Indonesia membutuhkan.
"PBB siap membantu proses evakuasi dan penanggulangan bencana yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia," ucap juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
2018, Tahun Pemberantasan Korupsi di Malaysia
Situs kantor berita Malaysia, Bernama menyebut tahun 2018 sebagai tahun pemberantasan korupsi. Bernama hari Rabu (26/12) menurunkan tulisan "2018: Year of anti-corruption sweep in Malaysia" yang menyoroti perjalanan pasang surut pemberantasan korupsi sejak kemenangan kubu Pakatan Harapan (PH) dalam pilihan raya pada Rabu, 9 Mei 2018.
Setelah terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda utama pemerintahan baru yang dipimpinnya.
Keberhasilan Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) dalam mengungkap banyak kasus korupsi yang melibatkan "ikan besar" membuka mata orang Malaysia mengenai efek destruktifnya terhadap pembangunan di negera ini.
Mantan pemimpin eksekutif 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Arul Kanda Kandasamy, ditahan karena diduga berperan memanipulasi laporan audit keuangan lembaga tersebut
Channel NewsAsia melaporkan, Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) di Putrajaya hari Selasa (11/12) mengatakan, Arul Kanda ditahan hari ini sekitar pukul 10.32 setelah diperiksa di markas Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) di Putrajaya.
Mantan perdana menteri Malaysia kembali ditangkap oleh aparat keamanan negara itu masih terkait skandal 1MDB hari Senin (10/12) sekitar pukul 11.00 waktu Malaysia.
Namun laporan terakhir menyebutkan, Najib Razak dibebaskan pada Senin siang setelah membayar sejumlah uang jaminan. Mantan PM Malaysia itu dijerat tuduhan baru mengintervensi audit keuangan perusahaan 1MDB.
Situs Detik melaporkan, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Rabu (26/12) per pukul 13.00 WIB jumlah korban meninggal tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung mencapai 430 orang.
"Sampai hari keempat, tercatat 430 meninggal dunia, 1.495 korban luka, dan 159 orang masih hilang," kata Sutupo saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu siang.
Selain itu, jumlah korban yang masih mengungsi mencapai 21 ribu orang. Tsunami juga mengakibatkan hotel dan rumah-rumah hancur. Kerusakan tidak hanya terjadi di Banten, tapi juga di Lampung Selatan.
Pada Sabtu (22/12) terjadi tsunami di Selat Sunda dan diduga akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dua Bom Guncang Thailand
Serangan bom kembali terjadi di Thailand, tapi tidak menimbulkan korban jiwa. Dua bom Rabu malam (26/12) menghantam Pantai Samila yang populer sebagai destinasi wisata di Thailand.
Serangan bom tersebut menyebabkan kerusakan pada Patung Putri Duyung Emas yang terkenal dan Patung Kucing dan Tikus, tapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Gubernur provinsi Songkhla, Wiranan Penjang, mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden yang terjadi malam hari itu.
"Bom kedua membelah dasar patung putri duyung," katanya.
"Bom pertama meledak sekitar 10 menit sebelumnya di patung kucing dan tikus yang berjarak sekitar 200 meter dari patung putri duyung", tambahnya.
Wiranan mengatakan tim forensik akan melakukan pemeriksaan menyeluruh di dua lokasi yang ditutup untuk pengunjung sejak peristiwa terjadi untuk beberapa waktu.
Gencatan Senjata di Rakhine Dimulai Awal Tahun 2019
Militer Myanmar mengumumkan gencatan senjata selama empat bulan di wilayah utara negara ini yang akan dimulai sejak awal tahun 2019.
Operasi militer yang sudah dimulai sejak beberapa hari lalu hingga kini akan dihentikan dari satu Januari hingga 30 April 2019.
Keputusan ini diambil akibat gencarnya tekanan publik dunia terhadap pemerintah Myanmar yang mulai melancarkan operasi militer baru di wilayah Rakhine.
Sebelumnya, pemerintah Myanmar menggelar operasi militer terbaru sebagai reaksi atas penyerangan terhadap empat orang warga lokal Buddha dan dua di antaranya tewas di Rakhine.
CNN melaporkan, operasi militer tersebut dilancarkan setelah terjadi kekerasan di dekat anak sungai Pyu Ma di Maungdaw, Rakhine, pada 17 Desember lalu.
Militer menyatakan bahwa insiden tersebut pertama kali muncul setelah mereka menerima laporan bahwa dua pria Buddha di Rakhine tak kembali ke rumahnya setelah melaut.
Pada 25 Agustus 2017, ekstremis Budha yang didukung tentara Myanmar menyerang Muslim Rohingya di Rakhine yang menyebabkan enam ribu orang Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya cedera. Selain itu, sekitar satu juta orang mengungsi untuk menyelamatkan diri, terutama ke Bangladesh.
Tiga Negara ASEAN Patroli Bersama dengan Cina
Tiga tiga negara anggota Perhimpunan Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) bersama Cina baru saja mengakhiri patroli bersama di Pelabuhan Guanlei, Provinsi Yunnan tiga hari lalu.
Situs Antara hari Minggu (23/12) melaporkan, enam unit kapal perang dan 126 aparat penegak hukum dari Cina, Laos, Myanmar, dan Thailand telah menjelajahi lebih dari 500 kilometer wilayah perairan selama empat hari dalam "Patroli Bersama Sungai Mekong ke-77".
Selain itu sebanyak 13 unit kendaraan, 32 petugas, dan kendaraan kargo 20 ton turut dilibatkan dalam misi inspeksi di samping menjalankan latihan penanggulangan terorisme, praktik keterampilan polisi, dan kampanye antinarkoba.
Patroli bersama keempat negara ini telah dimulai sejak Desember 2011 setelah terjadi aksi pembajakan terhadap dua kapal kargo dan membunuh 13 pelaut Cina di perairan wilayah Thailand pada 5 Oktober 2011.(PH)