Iran Aktualita 27 Juni 2020
-
Jet tempur Kowsar.
Dinamika di Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu seperti upaya Amerika Serikat untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, dan Iran menanggapi laporan tahunan AS mengenai terorisme.
Selain itu masih ada isu lainnya di Iran seperti pengoperasian jet tempur baru produksi lokal oleh Angkatan Udara Iran, dan terakhir mengenai pernyataan ketua parlemen Iran tentang krisis kehancuran Israel dari dalam.
Upaya AS Memperpanjang Embargo Senjata Iran
Amerika Serikat meluncurkan sebuah kampanye internasional untuk melawan peningkatan kekuatan pertahanan dan militer Republik Islam Iran. AS saat ini berusaha mencegah penghapusan embargo senjata terhadap Iran, yang akan berakhir pada 18 Oktober 2020 berdasarkan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.
Para diplomat senior AS dalam pertemuan virtual Dewan Keamanan, berusaha meyakinkan negara lain lewat argumentasinya dengan harapan mereka mendukung rencana Washington tentang perpanjangan embargo senjata Tehran. Wakil Khusus AS untuk Urusan Iran, Brian Hook dan Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft pada Rabu (24/6/2020) melakukan lobi dengan para anggota Dewan Keamanan mengenai rancangan resolusi baru.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan kedua diplomat tersebut sedang melakukan penjajakan virtual dengan 14 anggota lain Dewan Keamanan tentang aktivitas Iran di kawasan termasuk serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, dan mereka mendorong perpanjangan embargo senjata terhadap Republik Islam.
Iran membantah terlibat dalam serangan itu, sementara kubu perlawanan Yaman secara terbuka menerima tanggung jawab atas serangan drone dan rudal ke Arab Saudi.
Para pakar dan analis menjelaskan peluang Washington untuk berhasil dalam kasus ini sangat kecil. Menurut majalah Foreign Policy, draft resolusi yang diajukan AS kecil kemungkinan akan diterima oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Seorang diplomat Barat kepada Foreign Policy, menuturkan bahwa draft resolusi AS bahkan akan gagal meraih sembilan suara setuju sehingga memaksa Rusia dan Cina untuk menggunakan hak vetonya.
Presiden Iran Hassan Rouhani telah meminta Rusia dan Cina untuk melawan konspirasi Amerika.
Iran Tanggapi Laporan Tahunan AS Mengenai Terorisme
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Mousavi dalam menanggapi laporan tahunan AS tentang terorisme, mengatakan Iran merupakan korban terorisme yang diciptakan dan didukung oleh AS.
"Republik Islam menolak dan mengutuk laporan tahunan AS tentang terorisme karena secara terang-terangan melemparkan kesalahan kepada pihak lain, kebohongan murni, dan standar ganda dalam perang kontra-terorisme," tegasnya dalam sebuah statemen pada Kamis (25/6/2020) malam seperti dikutip IRNA.
Dia mencatat bahwa AS sebagai sponsor utama terorisme negara dan pendukung utama rezim penjajah Zionis, tidak dalam posisi untuk mengklaim dirinya sebagai pihak yang memerangi terorisme.
“Sejarah beberapa dekade terakhir dengan jelas menunjukkan bahwa AS memainkan peran dalam kemunculan beberapa kelompok teroris atau bahkan mendukung mereka, sebagaimana yang diakui oleh beberapa pejabat AS,” ujar Mousavi.
“Selama kampanye pilpres, Presiden AS saat ini Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa pemerintahan sebelumnya telah menciptakan Daesh dan kelompok teroris lainnya,” tambahnya.
Mousavi menegaskan bahwa tindakan pengecut dan teroris rezim AS dalam membunuh Letnan Jenderal Syahid Qassem Soleimani – sebagai pahlawan dalam perang kontra-terorisme – adalah contoh nyata dari kejahatan teroris rezim AS.
“Iran adalah korban terbesar dari tindakan teroris yang dilakukan lewat dukungan langsung atau tidak langsung pemerintah AS. Iran telah kehilangan lebih dari 17.000 syahid di jalan ini dan akan selalu berada di garda depan dalam perang melawan terorisme di tingkat global dan regional,” tandasnya.
Menurut Mousavi, penerapan sanksi sepihak serta terorisme ekonomi dan medis yang dilakukan rezim AS terhadap rakyat Iran merupakan contoh terbaru dari aksi teroris Washington terhadap negara-negara independen di dunia.
Departemen Luar Negeri AS dalam laporan tahunannya tentang terorisme yang diterbitkan Rabu lalu, selalu menuding Republik Islam Iran sebagai sponsor terorisme.
Angkatan Udara Iran Terima Tiga Jet Tempur Produk Lokal
Tiga unit jet tempur Kowsar secara resmi diterima Angkatan Udara Iran dalam sebuah acara pada Kamis (25/6/2020) yang dihadiri langsung menteri pertahanan Iran.
Jet tempur Kowsar adalah pesawat tempur canggih hasil jerih payah para tenaga ahli lokal. Pesawat tempur ini menunjukkan posisi Iran sebagai salah satu dari sedikit negara dunia yang memiliki kemampuan untuk merancang dan membangun pesawat tempur sendiri yang dilengkapi sistem avionik dan sistem pengendali tembakan generasi keempat.
Jet tempur yang memiliki dua kursi penerbang ini dilengkapi dengan teknologi digital multipurpose. Selain itu, jet tempur produk dalam negeri Iran ini juga dilengkapi dengan sistem perhitungan komputerisasi balistik persenjataan yang meningkatkan akurasi senjata dan amunisi, sehingga pesawat ini memiliki kemampuan dalam pemetaan dan menyasar target musuh di darat dan udara dengan tepat,
Direktur Lembaga Industri Penerbangan, Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Afshin Khojeh Fard mengatakan, produksi jet tempur Kowsar telah menempatkan Iran di jajaran negara-negara yang menguasai teknologi desain jet tempur bermesin avionik, dan sistem pengendali tembakan generasi ke-4.
Dia menjelaskan pesawat tempur Kowsar dibuat dalam dua tipe, single cabin dan double cabin. Tipe double cabin selain memiliki kemampuan tempur, juga bisa digunakan sebagai pesawat latih.
"Mesin turbojet buatan dalam negeri Owj yang dipasang pada jet tempur Kowsar, memungkinkan pesawat tersebut, terbang hingga ketinggian 50.000 kaki. Turbojet Owj adalah mesin jet pertama buatan Iran yang memungkinkan pesawat tempur terbang hingga ketinggian 50.000 kaki, dan dilengkapi dengan berbagai sistem yang kuat serta tahan dalam berbagai situasi operasi dan cuaca, juga bisa dipasang di berbagai merek pesawat dengan bobot maksimal 10 ton," ungkapnya.
Ghalibaf: Israel Mengalami Krisis Kehancuran dari Dalam
Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan rezim Zionis israel mengalami krisis keruntuhan dari dalam.
Seperti dilaporkan IRIB, Ghalibaf saat bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Iran, Salah al-Zawawi pada Rabu (24/6/2020), mengatakan perdana menteri Israel selama berbulan-bulan menghadapi krisis internal untuk membentuk kabinet, dan ini menunjukkan puncak krisis keruntuhan rezim ilegal ini.
Dia menegaskan bahwa Palestina adalah isu utama dunia Islam. Dukungan Iran terhadap cita-cita bangsa Palestina mengindikasikan kebijakan fundamental Republik Islam terhadap Palestina.
Sementara itu, Salah al-Zawawi dalam pertemuan ini menjelaskan bahwa pasca kemenangan Revolusi Islam, Imam Khomeini ra merealiasikan rencana yang berhasil menyulitkan skenari Amerika-Zionis. "Setelah Imam Khomeini, Ayatullah Khamenei bertekad menindaklanjuti masalah pembebasan Palestina dan persatuan Islam," ujarnya. (RM)