AS Tinjauan dari Dalam 11 Juli 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i83103-as_tinjauan_dari_dalam_11_juli_2020
Dinamika di Amerika selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu antara lain: Presiden Donald Trump dianggap gagal dalam menangani penyebaran virus Corona di Amerika, Washington menyebut pertikaian negara-negara Arab akan menguntungkan musuh AS.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 11, 2020 18:42 Asia/Jakarta
  • AS Tinjauan dari Dalam 11 Juli 2020

Dinamika di Amerika selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu antara lain: Presiden Donald Trump dianggap gagal dalam menangani penyebaran virus Corona di Amerika, Washington menyebut pertikaian negara-negara Arab akan menguntungkan musuh AS.

Isu lain dari Amerika antara lain: ratusan tahanan di penjara AS tewas karena Corona, AS secara resmi keluar dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Gagal Tangani Covid-19, Popularitas Trump Terpuruk

Jajak pendapat terbaru menunjukkan popularitas Presiden AS Donald Trump semakin menurun karena kegagalannya mengatasi penyebaran virus Corona. Menurut jajak pendapat terbaru yang dirilis ABC News, Jumat (10/7/2020) menunjukkan sebanyak 67 persen responden tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Trump dalam menangani Covid-19.

Meskipun 350 jajak pendapat telah dilakukan di Amerika Serikat sejauh ini, tapi hasil jajak pendapat ABC News terbaru menunjukkan persentase ketidakpuasan tertinggi terhadap kinerja Trump dalam menangani virus Corona.

Amerika Serikat saat ini berada di puncak dunia dalam hal jumlah orang yang terinfeksi virus corona dan jumlah kematian yang disebabkan oleh virus berbahaya ini. Sejauh ini sebanyak 3.291.786 orang di AS telah didiagnosis positif virus corona di Amerika Serikat, dan 136.671 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sementara itu, kampanye Presiden Donald Trump dibatalkan karena tidak mendapat dukungan dari masyarakat. The New York Times melaporkan, tim kampanye Trump Jumat (10/7/2020) malam secara mendadak mengumumkan penundaan acara yang seharusnya digelar hari Sabtu, karena kekhawatiran rendahnya jumlah peserta di tengah gencarnya penyebaran virus Corona di negara ini.

Tim kampanye Trump mengungkapkan aksi pawai yang dihadiri oleh para pendukungnya di Port Moths, New Hampshire, tidak seperti pawai Oklahoma yang dijadwalkan akan diadakan di bandara karena masalah kesehatan. Tetapi acara ini ditunda karena berbagai pertimbangan, termasuk masalah keamanan dan kemungkinan badai tropis.

Pada Juni 2020, Trump mengadakan rapat umum pendukungnnya di Oklahoma yang bertentangan dengan saran semua pejabat kesehatan tentang penyebaran virus corona, dan hanya beberapa hari setelah upacara, beberapa anggota tim kampanyenya terinfeksi virus corona. Pemilihan presiden AS dijadwalkan akan digelar pada 3 November 2020.

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Arab. (dok)

Pertikaian Negara-negara Arab Untungkan Musuh AS

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam wawancara dengan salah satu televisi Arab mengatakan, pertikaian di antara negara-negara Arab pesisir Teluk Persia, menguntungkan musuh bersama Amerika dan negara-negara ini. Fars News (10/7/2020) melaporkan, Morgan Ortagus dalam wawancara dengan Al Jazeera menuturkan, pertikaian negara Arab pesisir Teluk Persia merugikan kepentingan bersama Amerika dan negara-negara itu.

Sebelumnya televisi Amerika Fox News mengabarkan Uni Emirat Arab telah menggagalkan prakarsa pemerintah Amerika untuk menyelesaikan krisis hubungan Qatar dengan negara-negara Arab, dan tekanan terhadap Iran.

Morgan Ortagus melanjutkan, negara-negara Arab anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia, PGCC harus bersatu melawan ancaman-ancaman regional. Ia menegaskan, kami ingin seluruh pihak terkait dapat menyelesaikan krisis negara-negara Arab pesisir Teluk Persia.

Ratusan Tahanan di Penjara AS Tewas karena Corona

Stasiun televisi Amerika Serikat, CNN mengabarkan penyebaran wabah virus Corona di penjara-penjara negara ini, dan karena kepadatan serta kelangkaan fasilitas kesehatan, para tahanan itu akhirnya meninggal dunia. Fars News (10/7/2020) melaporkan, berdasarkan data resmi pemerintah Amerika, para tahanan di penjara-penjara negara bagian San Quentin, di selatan San Fransisco, California, lebih dari setengahnya positif Corona, dan Covid-19 telah membunuh 7 tahanan.

Gubernur California, Gavin Newsom mengatakan, sangat disesalkan keputusan satu orang untuk memindahkan beberapa tahanan dari Chino ke San Quentin, telah menjadi mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang kami hadapi sekarang.

Di awal penyebaran Covid-19, para tahanan itu aman dari wabah, namun setelah terjadi pemindahan tahanan dari tempat lain pada akhir bulan Mei 2020, mereka akhirnya terpapar virus ini. Sekarang Gubernur California ditekan untuk membebaskan para tahanan.

Menurut CNN, kondisi penjara yang padat membuat penyebaran virus Corona di dalamnya menjadi semakin cepat, penjara dan tempat-tempat semacam ini di seluruh Amerika telah menjadi episentrum wabah Covid-19, dan San Quentin salah satunya.

Langkah Resmi AS Keluar dari WHO

Presiden AS Donald Trump – sejak berkuasa – memilih mengkritik, mengancam, dan pada akhirnya meninggalkan lembaga-lembaga internasional khususnya dari keanggotaannya di lembaga yang tidak sejalan dengan kepentingan AS dan sekutunya, rezim Zionis Israel.

Langkah terbaru yang diambil Trump adalah menarik keanggotaan AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Senator AS dari New Jersey, Bob Menendez mengatakan Trump secara resmi telah menarik AS keluar dari WHO. "Kongres telah menerima pemberitahuan bahwa presiden secara resmi menarik AS keluar dari WHO di tengah pandemi virus Corona," tulisnya via akun Twitter.

Menurut Menendez, respon pemerintahan Trump terhadap wabah virus Corona tidak terkoordinasi dan kacau. Langkah ini menyebabkan kepentingan atau kehidupan warga Amerika tidak terlindungi serta membuat mereka sakit dan sendirian.

Presiden Trump kebanjiran kritik karena kinerjanya yang lemah dan manajemen yang buruk dalam menangani wabah virus Corona sehingga menjadikan AS berada di urutan pertama dunia yang tertular Covid-19.

Dalam menanggapi kritikan itu, Trump memilih menyalahkan pihak lain dan menganggap WHO dan Cina bertanggung jawab atas situasi kritis saat ini di AS. Dia terlibat perang verbal dengan para pejabat WHO dan menuduh badan PBB ini berpihak kepada Cina.

Trump kemudian memerintahkan pemutusan bantuan finansial kepada PBB pada April 2020, padahal WHO sedang membutuhkan dana yang cukup untuk melakukan riset dan menggencarkan perang terhadap pandemi Corona.

Selama ini AS tercatat sebagai donatur terbesar WHO, tetapi pemerintahan Trump resmi mengakhiri dukungan itu dan mengklaim bahwa ia akan mengalihkan bantuan itu kepada organisasi-organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan.

Keputusan Trump ini dikritik secara luas di tingkat dalam negeri AS dan dunia internasional. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan keputusan Trump menghentikan bantuan dana kepada WHO adalah berbahaya dan ilegal. Langah ini mengancam keselamatan dan kehidupan warga Amerika dan masyarakat dunia.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengkritik keputusan AS menghentikan bantuan kepada WHO dan mengatakan keputusan ini merupakan kemunduran bagi kerja sama internasional. Dinamika infeksi global menunjukkan bahwa tindakan terkoordinasi diperlukan. Kita membutuhkan lebih banyak kerja sama internasional untuk memerangi pandemi, tidak kurang. (RM)