Iran Aktualita, 6 Februari 2021
https://parstoday.ir/id/news/other-i90822-iran_aktualita_6_februari_2021
Sejumlah peristiwa penting di Iran dalam sepekan terakhir di antaranya pidato Rahbar saat melakukan pertemuan dengan para Maddah.
(last modified 2025-09-17T13:55:48+00:00 )
Feb 06, 2021 13:15 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Sejumlah peristiwa penting di Iran dalam sepekan terakhir di antaranya pidato Rahbar saat melakukan pertemuan dengan para Maddah.

Rahbar: Islam dan Republik Islam Memuliakan Perempuan !
 
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Islam dan Republik Islam memandang perempuan dengan pandangan pemuliaan dan penghormatan, sedangkan pandangan umum Barat menempatkannya sebagai komoditas dan instrumen.
 
Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam konferensi video dengan sejumlah penyair religius (maddah) hari Rabu (3/2/2021) mengucapkan selamat atas kelahiran Sayidah Fatimah Az-Zahra dan hari perempuan, juga hari lahir Imam Khomeini. 
 
Rahbar mengungkapkan, "Dari perspektif Islam, laki-laki dan perempuan tidak berbeda dalam hal ketuhanan dan nilai kemanusiaannya. Tentu, selain kewajiban bersamanya, setiap pria dan wanita memiliki tugas khususnya masing-masing. Itulah sebabnya, Allah swt telah menciptakan kombinasi struktur fisik mereka sesuai dengan tugas khusus tersebut,".
 
"Kami bangga dengan pandangan Islam, dan kami sepenuhnya berbeda pandangan dengan Barat tentang perempuan dan gaya hidupnya.," tegas Rahbar.
 
Menyinggung propaganda Barat bahwa Islam dan hijab Islam menghalangi pertumbuhan dan kemajuan perempuan, Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Ini adalah kebohongan nyata, dan alasan yang jelas dari ketidakbenarannya adalah kondisi perempuan dalam Republik Islam,".
 
"Dalam periode sejarah di Iran tidak ada peran perempuan terpelajar dan aktif yang hadir dalam berbagai bidang sosial, budaya dan seni, ilmu pengetahuan, politik dan ekonomi sebagaimana saat ini, yang semua ini menunjukkan berkah dari Republik Islam," tegas Ayatullah Khamenei.
 
Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menempatkan pandangan Islam tentang perempuan sebagai prasyarat untuk menyoroti peran penting keluarga dan ibu, dengan menekankan bahwa fondasi terkuat pendidikan intelektual dan spiritual terbentuk di pusat keluarga.
 
"Sayidah Zahra dan Imam Ali serta anak-anak terkasih mereka sebagai contoh terbaik dari sebuah keluarga Islam yang menjadi teladan persahabatan, empati, ketulusan dan perjuangan dalam masyarakat Islam," pungkas Ayatullah Khamenei.
 
Mohammad Javad Zarif

 

Tuntutan Iran kepada AS dalam Masalah JCPOA
 
Amerika Serikat dengan keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA telah melanggar perjanjian internasional ini, jadi sekarang Washington-lah yang harus menunjukkan itikad baik dan memenuhi kembali kewajibannya.
 
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan televisi CNN pada 1 Februari lalu, mengatakan jika AS kembali mematuhi kesepakatan nuklir secara penuh, Iran juga akan memenuhi komitmennya.
 
Pada dasarnya, statemen menlu Iran mengenai JCPOA dan AS menyinggung dua poin kunci yang sangat penting untuk mengurai kebuntuan saat ini. Pertama, penekanan tegas pada kepatuhan Iran terhadap JCPOA meskipun AS telah melanggar kesepakatan itu.
 
Zarif menggarisbawahi bahwa keputusan Iran mengurangi kewajiban kesepakatan nuklir merupakan tanggapan terhadap langkah tidak rasional AS dan juga kelambanan Eropa dalam memenuhi kewajiban JCPOA.
 
Oleh karena itu, jika ada tuntutan bahwa Iran harus lebih dulu kembali ke JCPOA, tentu ini tidak rasional dan tidak dapat dimengerti. Sebab, tindakan Iran sudah sesuai dengan ketentuan kesepakatan jika pihak lain melanggar kewajibannya. Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, Iran memiliki hak untuk menangguhkan kewajibannya secara keseluruhan atau sebagian, jika pihak lain gagal memenuhi komitmennya.
 
Kedua, Zarif telah memberikan solusi rasional untuk keluar dari kebuntuan saat ini. Dalam wawancaranya dengan CNN, Zarif mencatat bahwa kesepakatan nuklir telah menyediakan sebuah mekanisme yaitu komisi bersama, dan komisi ini memiliki seorang koordinator.
 
Saat ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dipilih sebagai koordinator komisi bersama JCPOA, yang dapat mengoordinasikan langkah-langkah melalui konsultasi dengan Tehran dan Washington.
 
Syahid Qassem Soleimani

 

 
Zarif: Keluarnya AS dari Irak, Balasan Terbaik Teror Syahid Soleimani !
 
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengapresiasi proses peradilan pembunuhan Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes oleh rakyat dan pemerintah Irak dengan mengatakan bahwa upaya mengakhiri kehadiran pasukan AS di kawasan sebagai tanggapan terbaik atas aksi teroris ini.
 
Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fouad Hussein yang memimpin kunjungan delegasi negaranya ke Tehran, hari Rabu (3/2/2021) membahas perkembangan terkini dalam hubungan bilateral serta masalah regional dan internasional.
 
Dalam pertemuan tersebut, Zarif mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Irak yang telah menempuh proses peradilan pembunuhan Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes, serta menyampaikan harapan bahwa para pelaku tindak pidana ini akan dihukum atas tindakan kriminalnya melalui proses hukum. 
 
"Mengakhiri kehadiran pasukan AS di kawasan sebagai balasan terbaik atas tindakan teroris ini," ujar Zarif.
 
Sementara itu, Menlu Irak Fouad Hussein memaparkan kunjungan delegasi kedua negara sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan hubungan bilateral di berbagai negara.
 
Brigjend Amir Hatami

 

 
Hatami: AS dan Israel Menunggu Peluang Sebarkan Pengaruh
 
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran pada sidang menhan negara-negara anggota Samudera Hindia mengatakan, setiap ada kesempatan, AS dan Israel selalu memanfaatkan terorisme sebagai alat untuk menebarkan pengaruhnya.
 
Amir Hatami Kamis (4/2/2021) menambahkan, peristiwa pahit dekade terakhir menunjukkan bahwa teladan dan model yang disebarkan berbagai kekuatan dunia, hanya menghasilkan kekerasan, radikalisme, sengketa perbatasan, perang, instabilitas dan kehancuran.
 
"Keluar secara sepihak dari perjanjian internasional, keluar dari pakta keamanan, menyerang PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan alasan tidak berkoordinasi dengan mereka serta keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran, merupakan contoh penting yang membuat ketidakpercayaan kepada kekuatan besar dunia dan komitmennya," papar Hatami.
 
Menhan Iran mengisyaratkan teror pengecut terhadap pahlawan nasional dan internasional dalam melawan terorisme, Syahid Qasem Soleimani, Abu Mahdi dan Mohsen Fakhrizadeh. 
 
Ia mengatakan, "Pendiri terorisme negara menunjukkan bahwa mereka bukan saja tidak dapat dipercaya, tapi juga mengkhianati cita-cita tinggi kemanusiaan seperti perang melawan terorisme dan upaya penyelamatan rakyat tertindas."
 
Menurutnya, Republik Islam Iran menolak militerasi kawasan dan khawatir atas perlombaan serta penimbunan senjata dan berubahnya kawasan menjadi arsenal senjata nuklir. 
 
Hatami mengungkapkan, Samudera Hindia memiliki potensi tinggi untuk membuat dunia aman, serta dapat dijadikan sebagai kawasan teladan bagi dunia. (HS)