-
Amerika Tinjauan dari Dalam, 5 Februari 2022
Feb 05, 2022 11:17Perkembangan di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu di antaranya, AS Umumkan Pembebasan Sanksi Nuklir terhadap Iran.
-
Umbar Janji Lagi, Taliban akan Berikan Akses Pendidikan untuk Perempuan
Feb 05, 2022 09:11Pemerintah Taliban kembali mengubar janji untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi anak perempuan di sekolah dan perguruan tinggi.
-
Taliban Kirim Pasukan Tambahan Serbu Panjshir
Feb 04, 2022 12:58Taliban mengirim lebih banyak pasukan ke provinsi Panjshir untuk melumpuhkan front perlawanan di daerah ini.
-
Taliban akan Bentuk Tentara dengan 150 Ribu Kekuatan
Feb 03, 2022 08:23Pemerintah sementara Taliban akan membentuk militer dengan kekuatan 150 ribu personel dan saat ini pihaknya telah merekrut 80 ribu orang.
-
Eropa Tetapkan Syarat untuk Berinteraksi dengan Taliban
Feb 02, 2022 12:28Parlemen Uni Eropa mengumumkan syarat untuk bekerja sama dengan pemerintah sementara Taliban di Afghanistan.
-
Penghapusan Sanksi Afghanistan Tergantung pada Aksi Nyata Taliban
Feb 02, 2022 07:24Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov mengatakan penghapusan semua sanksi terhadap Afghanistan tergantung pada langkah-langkah nyata yang diambil oleh pemerintahan saat ini.
-
Taliban Bantah Bunuh Eks Pejabat Afghanistan
Feb 01, 2022 09:49Pemerintah sementara Taliban membantah laporan PBB tentang pembunuhan 100 mantan personel keamanan dan eks pejabat pemerintahan Afghanistan.
-
Mantan Presiden Afghanistan Desak Taliban Bentuk Pemerintahan Inklusif
Feb 01, 2022 08:27Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta Taliban untuk membentuk pemerintahan yang inklusif.
-
Presiden AS Minta Taliban Bebaskan Tentaranya
Jan 31, 2022 15:27Presiden Amerika Serikat meminta Taliban untuk membebaskan seorang veteran tentara AS, dan mengancam, perundingan tentang pengakuan resmi kelompok ini tergantung pada pembebasan tawanan tersebut.
-
Taliban Minta Diakui Dunia, Sekjen PBB Ajukan Syarat
Jan 30, 2022 16:09Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyatakan bahwa pemerintah sementara Taliban di Afghanistan harus menghormati hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan sebagai syarat diakui dalam komunitas internasional.