Terlibat Ledakan Beirut, Lebanon Gugat Perusahaan Inggris
-
Ledakan Beirut
Sumber-sumber media telah melaporkan gugatan Lebanon terhadap sebuah perusahaan yang terdaftar di Inggris atas kemungkinan perannya dalam ledakan besar tahun lalu di pelabuhan Beirut.
Russia Today hari Rabu (25/8/2021) melaporkan, Asosiasi Pengacara Lebanon dan empat pihak lainnya, termasuk korban luka dan keluarga yang tewas dalam ledakan di pelabuhan Beirut mengajukan gugatan terhadap Safro Limited.
Para penggugat menuduh perusahaan kimia yang terdaftar di Inggris itu melakukan penyimpanan penyimpanan ratusan ton amonium nitrat yang tidak sesuai standar, sehingga menyebabkan ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah dunia pada 4 Agustus 2020.
Para pengacara Lebanon mengajukan gugatan untuk mendapatkan ganti rugi dari Safaro Limited, dan mengadili mereka yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya ledakan Beirut.
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri baru-baru ini menyerukan sidang pleno untuk mempertimbangkan dakwaan terhadap mereka yang terlibat dalam ledakan di pelabuhan Beirut.
Sudah lebih dari setahun sejak ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, tetapi masih belum jelas siapa yang menyimpan kiriman besar amonium nitrat secara tidak benar dan menyebabkan ledakan yang mengerikan itu.
Ledakan di pelabuhan Beirut menewaskan 218 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang, serta menyebabkan kerusakan senilai lebih dari 10 miliar dolar.(PH)