Hizbullah kepada Paus: Lebanon adalah jembatan antara Islam dan Kristen
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i181300-hizbullah_kepada_paus_lebanon_adalah_jembatan_antara_islam_dan_kristen
Pars Today - Hizbullah Lebanon menekankan pentingnya hidup berdampingan, perlawanan, dan menghadapi agresi Israel.
(last modified 2025-11-30T04:29:50+00:00 )
Nov 30, 2025 11:28 Asia/Jakarta
  • Hizbullah mengirim surat ke Paus Leo
    Hizbullah mengirim surat ke Paus Leo

Pars Today - Hizbullah Lebanon menekankan pentingnya hidup berdampingan, perlawanan, dan menghadapi agresi Israel.

Menjelang kunjungan Paus Leo XIV, pemimpin umat Katolik dunia ke Lebanon, Hizbullah menerbitkan sebuah surat resmi yang ditujukan kepadanya.

Menurut laporan Al-Manar, surat ini selain menyambut Paus, juga menekankan pentingnya Lebanon sebagai negara dengan keragaman agama dan posisi khusus dalam hal hidup berdampingan serta stabilitas politik.

Dalam pesan tersebut, Hizbullah menggambarkan Lebanon sebagai jembatan peradaban antara Islam dan Kristen serta antara berbagai budaya dan ideologi.

Hizbullah mengingatkan ucapan Paus Yohanes Paulus II yang menyebut Lebanon sebagai “bukan sekadar sebuah tanah air, melainkan sebuah pesan”, dan menekankan peran negara ini dalam membangun jembatan komunikasi antaragama dan antarbudaya.

Surat itu juga menyinggung krisis global yang timbul akibat tidak menghormati hak asasi manusia, yang disebut sebagai penyebab munculnya dominasi dan kekerasan.

Bagian penting dari surat ini membahas situasi Palestina dan Lebanon.

Hizbullah menyebut tragedi Gaza sebagai “genosida nyata” dan tindakan Israel di Lebanon sebagai “agresi yang tidak dapat diterima”, serta menilai masalah tersebut sebagai akibat dari ambisi rezim Zionis untuk menguasai sumber daya dan wilayah. Juga ditegaskan bahwa dukungan kekuatan besar terhadap Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak bangsa di kawasan.

Lebih lanjut, Hizbullah menegaskan komitmennya terhadap hidup berdampingan, demokrasi konsensual, menjaga keamanan internal, serta menghadapi segala bentuk agresi atau pendudukan.

Hizbullah juga menyatakan penolakannya terhadap campur tangan asing yang mengancam kedaulatan Lebanon.

Surat tersebut menekankan kesamaan antara umat Muslim dan Kristen, serta menggambarkan para pengikut Yesus Kristus sebagai pembawa pesan cinta dan pembela hak asasi manusia.

Hizbullah meminta Paus agar dalam kunjungannya ke Lebanon mengambil sikap tegas menolak ketidakadilan dan agresi Israel, serta menunjukkan solidaritasnya dengan rakyat Lebanon.

Di akhir surat disebutkan, “Inilah yang kami titipkan kepada Anda sepanjang perjalanan Anda. Sebuah perjalanan di mana Anda menyampaikan kepedulian, cinta, dan solidaritas kepada seluruh rakyat Lebanon, dan kami mendoakan bagi Anda kenyamanan dan keamanan, serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan keadilan, keamanan, dan ketenteraman kepada orang-orang tertindas di seluruh dunia. Dengan segenap doa terbaik.”

Perlu dicatat bahwa Paus Leo XIV memulai perjalanannya dari Turki dan akan tiba di Lebanon pada hari Minggu (30/11/2025).(sl)