Kelanjutan Pembatasan Polisi Inggris terhadap Aksi Protes Damai Pro-Palestina
https://parstoday.ir/id/news/world-i181254-kelanjutan_pembatasan_polisi_inggris_terhadap_aksi_protes_damai_pro_palestina
Dalam sebuah langkah kontroversial, Kepolisian London membatalkan waktu yang telah dijadwalkan untuk aksi demonstrasi anti-Zionis pada hari Sabtu dan memberlakukan pembatasan baru.
(last modified 2025-11-29T05:37:06+00:00 )
Nov 29, 2025 12:22 Asia/Jakarta
  • Kelanjutan Pembatasan Polisi Inggris terhadap Aksi Protes Damai Pro-Palestina

Dalam sebuah langkah kontroversial, Kepolisian London membatalkan waktu yang telah dijadwalkan untuk aksi demonstrasi anti-Zionis pada hari Sabtu dan memberlakukan pembatasan baru.

Keputusan kontroversial Kepolisian London, yang diambil kurang dari 72 jam sebelum waktu yang direncanakan untuk demonstrasi anti-Zionis, mendapat protes dari organisasi-organisasi pendukung perdamaian termasuk Stop the War Coalition, yang menilai langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan mengganggu dan membatasi aksi protes yang sah.

Menurut laporan Pars Today, demonstrasi anti-Zionis di London—yang berlangsung setiap dua minggu sekali dengan kehadiran puluhan ribu orang dari berbagai lapisan dan agama (Yahudi, Kristen, dan Muslim)—telah berubah menjadi salah satu gerakan protes terbesar di Barat yang menentang rezim Zionis.

Para peserta dari berbagai kota di Inggris berkumpul di jalan-jalan London untuk mengecam apa yang mereka sebut sebagai “genosida di Gaza” dan mengkritik dukungan pemerintah Inggris terhadap rezim Israel.

Lindsey German, Direktur Kampanye Stop the War, dengan menekankan keberlanjutan aksi protes hingga terwujudnya kebebasan Palestina, menyatakan: penyebab kelanjutan demonstrasi adalah keberlanjutan pendudukan, tidak diadilinya para pelaku genosida, dan upaya Barat untuk menutup-nutupi kejahatan tersebut. German juga menyampaikan bahwa ada partisipasi luas dari serikat-serikat pekerja, organisasi mahasiswa, dan anggota parlemen dalam gerakan ini.

Para analis, dengan mengacu pada penangkapan sekitar 3.000 pengunjuk rasa dalam dua tahun terakhir, menilai bahwa biaya untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina sangat signifikan. Sementara itu, sejarah peran Inggris dalam pembentukan rezim Zionis (Deklarasi Balfour) memperkuat kritik terhadap kebijakan negara ini saat ini.

Tampaknya perubahan rute demonstrasi tidak hanya gagal meredam intensitas protes, tetapi justru semakin memperkuat tekad para demonstran untuk menggelar “pertemuan terbesar untuk mendukung Palestina”.(PH)