Kawalahan di Yaman, Saudi Minta Bantuan AS
-
Menlu Saudi, Faisal bin Farhan
Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan mengumumkan pertemuan Minggu malam dengan pejabat Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Yaman.
Reuter melaporkan, Menlu Saudi, Faisal Bin Farhan membuat pernyataan tersebut setelah bertemu dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell hari Minggu (3/10/2021).
Statemen Bin Farhan datang empat hari setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh untuk membahas masalah Yaman.
Pada hari Selasa, Penasihat Keamanan Nasional AS bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Wakil Menteri Pertahanan Khalid bin Salman, Menteri Dalam Negeri Abdul Aziz bin Saud bin Nayef dan Menteri Garda Nasional Saudi Abdullah bin Bandar.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden, dalam pidato kebijakan luar negeri pertamanya di Washington mengatakan dia bermaksud untuk mengakhiri perang.
Klaim Biden muncul ketika para ahli PBB menggambarkan Yaman sebagai tempat krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Bahkan saat ini, lebih dari 70 persen dari 29 juta penduduk Yaman membutuhkan bantuan dan dukungan kemanusiaan.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, UEA dan beberapa negara lain, melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan pengepungan darat, laut dan udara.
Perang yang disulut Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 17.000 warga Yaman, melukai puluhan ribu dan membuat jutaan warga Yaman terlantar.(PH)