Kunjungan Menlu UEA, Upaya Pemulihan Hubungan dengan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i108714-kunjungan_menlu_uea_upaya_pemulihan_hubungan_dengan_suriah
Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan singkat ke Damaskus hari Selasa (09/11/2021) untuk bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(last modified 2025-11-30T09:45:39+00:00 )
Nov 11, 2021 08:41 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan singkat ke Damaskus hari Selasa (09/11/2021) untuk bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kunjungan Bin Zayed ke Damaskus bukan satu hal yang aneh dan tidak terduga. Karena UEA telah membuka kembali kedutaannya di Damaskus dua tahun lalu dan ada pertemuan diplomatik antara pejabat kedua negara.

Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Suriah Bashar al-Assad

Pertemuan diplomatik paling penting adalah pertemuan antara Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Soheil al-Mazrouei dengan Menteri Perminyakan Suriah Bassam Tomeh. Sementara itu, Presiden Suriah Bashar al-Assad baru-baru ini berbicara dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Namun kunjungan Menlu UEA ke Suriah sangat penting.

UEA adalah salah satu negara yang secara terbuka menentang rezim Suriah dalam satu dekade terakhir dan menghabiskan banyak uang untuk mengubah sistem politiknya.

Sekalipun demikian, Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan sekarang mengatakan dalam pertemuan dengan Bashar al-Assad, "Negara ini dengan kepemimpinan Assad dan kerja sama rakyat Suriah, akan dapat mengatasi masalah yang disebabkan oleh perang."

Dengan kata lain, setelah satu dekade, pejabat UEA mengakui keunggulan dan peran penting Bashar al-Assad dalam perkembangan di Suriah, dan ini adalah semacam penerimaan kekalahan Arab, Barat, Zionis dan Turki yang anti-Suriah .

Hal lain adalah bahwa Menteri Luar Negeri UEA mengakui fakta dalam pertemuannya dengan Bashar al-Assad, "Apa yang terjadi di Suriah mempengaruhi semua negara Arab."

Hal ini tepat karena negara-negara Arab belum bisa lepas dari perkembangan di Suriah.

Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan singkat ke Damaskus hari Selasa (09/11/2021) untuk bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dampak perkembangan Suriah terhadap negara-negara Arab berupa dampak terhadap perekonomian negara-negara tersebut, munculnya divergensi dan perpecahan di antara dunia Arab, serta melemahnya posisi negara-negara Arab di kawasan Asia Barat.

Pada saat yang sama, krisis Suriah adalah krisis Arab terpenting dalam dekade terakhir, di mana peran aktor non-Arab sangat menonjol dalam mengakhiri krisis. Sementara aktor Arab bertindak melawan keamanan dan kepentingan nasional negara ini dengan mengabaikan identitas Arab Suriah.

Isu lainnya adalah bahwa kunjungan Abdullah bin Zayed ke Damaskus dan pertemuannya dengan Bashar al-Assad dapat membuka jalan bagi kebangkitan kembali peran Suriah di dunia Arab.

Negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi, telah melarang Suriah bergabung dengan Liga Arab selama satu dekade terakhir, tetapi kunjungan Abdullah bin Zayed dan dimulainya kembali hubungan antara beberapa negara Arab lainnya dengan Suriah dapat membuka jalan bagi Damaskus untuk kembali ke Liga Arab, terutama di KTT Maret 2022.

Sementara itu, surat kabar al-Akhbar yang berbasis di Beirut mengutip sumbernya yang mengatakan, "Abdullah bin Zayed telah secara resmi meminta presiden Suriah untuk mengunjungi UEA, dan jika kunjungan ini terjadi, UEA akan menjadi negara Arab pertama yang dikunjungi Assad dalam satu dekade terakhir."

Hal penting lainnya, kunjungan bin Zayed ke Damaskus dan pertemuannya dengan Bashar al-Assad juga merupakan salah satu bentuk kegagalan kebijakan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Suriah Bashar al-Assad

Selama dekade terakhir, Arab Saudi telah memelopori penggulingan rezim Suriah untuk mencegah ketidakseimbangan kekuatan yang mendukung poros Perlawanan, tetapi sekarang menyaksikan kebangkitan hubungan sekutu Arabnya dengan Damaskus.

Kekalahan Arab Saudi dalam krisis Suriah akan semakin dalam jika UEA menghidupkan kembali hubungan dengan Suriah tanpa koordinasi dengan Arab Saudi.