Irak: Perundingan Mendatang Iran-Arab Saudi Digelar Terbuka
-
Menlu Irak Fuad Hussein
Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein mengonformasi perundingan mendatang antara Arab Saudi dan Iran digelar terbuka di Baghdad atas permintaan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman (MFB).
Arab Saudi pada 3 Januari 2016 dengan dalih serangan sekelompok orang ke Kedubes dan Konsulernya di Tehran dan Mashad, memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran.
Sampai saat ini telah digelar lima babak perundingan antara Iran dan Arab Saudi di Baghdad, Irak.
Di babak kelima perundingan perwakilan tinggi Iran dan Arab Saudi di Baghdad, berhasil dicapai gambaran prospek jelas untuk dimulainya hubungan antara kedua negara.
Menurut laporan al-Masirah News, Fuad Hussein menyatakan, perundingan mendatang Tehran dan Riyadh digelar secara terbuka dan di level menteri luar negeri di Baghdad.
Fuad Hussein menambahkan, sampai saat ini telah digelar lima perundingan di tingkat keamanan dan kini putra mahkota Saudi meminta kami untuk menggelar perundingan antara menteri luar negeri Arab Saudi dan sejawatnya dari Iran.
Putaran kelima perindingan antara perwakilan tinggi Iran dan Arab Saudi digelar dua bulan lalu di Baghdad, Irak.
Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian di statemen terbarunya terkait perundingan Iran dan Arab Saudi, mengonfirmasi kesiapan Riyadh untuk menggelar perundingan politik dan terbuka dengan Tehran.
Amir-Abdollahian mengatakan, duta besar Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait dalam waktu dekat akan bertolak ke Tehran. (MF)