Kehancuran Rezim Zionis dalam Perspektif Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i144074-kehancuran_rezim_zionis_dalam_perspektif_rahbar
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang masalah Palestina sebagai salah satu isu paling mendasar dunia Islam, dan menegaskan kehancuran bertahap Rezim Zionis.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 23, 2023 09:05 Asia/Jakarta

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang masalah Palestina sebagai salah satu isu paling mendasar dunia Islam, dan menegaskan kehancuran bertahap Rezim Zionis.

Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan pejabat Iran dan negara-negara Muslim hari Sabtu (22/4/2023) menyebut persatuan sebagai kebutuhan mendesak umat Islam dan dukungannya terhadap perjuangan Palestina. Rahbar juga menyinggung kondisi rezim Zionis yang saat ini berada di tahap menuju kehancurannya, dengan mengungkapkan, "Perkembangan penting ini terjadi berkat perlawanan Palestina, terutama pemudanya, dan strategi dunia Islam saat ini harus difokuskan untuk membantu dan memperkuat elemen-elemen pertempuran di dalam Palestina,".

Sebagaimana ditegaskan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, salah satu isu penting yang dihadapi rezim Zionis saat ini adalah rapuhnya kondisi politik, sosial, dan ekonomi Israel. Faktanya, perkembangan beberapa bulan terakhir, baik di kancah domestik maupun regional menunjukkan posisi genting rezim Zionis yang semakin terlihat nyata.

Selama beberapa bulan terakhir, wilayah pendudukan dilanda protes jalanan yang meluas sebagai tanggapan atas prakarsa reformasi peradilan Perdana Menteri Rezim Zionis, Benjamin Netanyahu. Rancangan undang-undang yang disebut oleh lawan Netanyahu sebagai kudeta yudisial, menyulut protes luas yang semakin mengungkap perpecahan internal di tubuh Israel.

 

Protes terhadap Netanyahu

 

Realitas Ini terlepas dari fakta bahwa masalah tidak terbentuknya kabinet yang stabil di wilayah pendudukan selama empat tahun terakhir, dan perbedaan besar di Knesset menjadi tanda lain dari lemahnya kohesi internal rezim Zionis. Dalam waktu kurang dari empat tahun digelar lima pemilu di wilayah pendudukan dan tidak ada koalisi yang terbentuk mampu menahan krisis internal.

Isu penting lainnya yang disoroti Rahbar dalam pidatonya hari Sabtu mengenai pergerakan kelompok perlawanan baru-baru di front Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza sebagai tanggapan atas agresi dan penodaan pemukim dan tentara rezim Zionis ke Masjid Al-Aqsa, yang menunjukkan persatuan dan koordinasi kelompok perlawanan dalam perang melawan rezim Zionis.

Dengan kata lain, kini rezim Zionis dihadapkan pada munculnya front perlawanan Palestina yang bersatu serta dari perbatasan utara dan selatan. Tidak diragukan lagi, salah satu faktor kemenangan bangsa Palestina adalah persatuan dan perlawanan. Oleh karena itu, musuh berusaha mencapai tujuan kolonial mereka dalam masyarakat Islam dengan menciptakan perpecahan dan mencegah persatuan umat Islam.

Pada saat yang sama, negara-negara Islam yang juga memiliki sumber daya alam yang sangat besar dapat mencegah tercapainya tujuan musuh, seperti rezim Zionis di Palestina dan kawasan dengan menjaga persatuan dan mendukung kelanjutan perlawanan, memahami kekuatan Islam dalam memperkuat bangsa Palestina serta bangsa-bangsa lain. Rahbar menegaskan, "Tentu saja, berkat rahmat Allah dan kewaspadaan bangsa-bangsa Muslim, strategi musuh ini tidak akan membuahkan hasil,"(PH)