Tren Bunuh Diri di Kalangan Pemuda Israel Meningkat
Media rezim Zionis melaporkan sekitar 20 persen pemuda Israel cenderung ingin melakukan bunuh diri, yang menunjukkan peningkatan keputusasaan dan rendahnya semangat hidup di kalangan Zionis.
Pakar rezim Zionis menyatakan bahwa peningkatan jumlah bunuh diri di antara tentara Zionis menunjukkan peningkatan ketegangan mental dan emosional di antara mereka, dan jumlah tentara yang meminta layanan psikologis meningkat secara signifikan.
Media Zionis, Walla dalam sebuah laporan pada hari Rabu (7/6/20230 mengumumkan 44 persen pemuda Israel menderita kecemasan, depresi, dan keputusasaan yang terus-menerus.
Dalam kelanjutan laporannya, sumber ini menunjukkan peningkatan degradasi moral di kalangan Zionis dan menambahkan, berdasarkan statistik yang ada, 18 persen pemuda Israel telah mengalami pelecehan seksual.
Sebelumnya, surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth telah melaporkan bahwa angka bunuh diri di kalangan remaja dan pemuda Israel berusia 15 hingga 24 tahun telah meningkat sebesar 75 persen.
Menurut laporan ini, penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus bunuh diri di antara kelompok usia ini mengalami lonjakan besar antara tahun 2016 dan 2020.
Sebelumnya, para pejabat dan media rezim Zionis telah berbicara tentang peningkatan kasus bunuh diri yang mengkhawatirkan di kalangan tentara Israel dan banyaknya kasus penyerangan oleh komandan dan tentara laki-laki terhadap tentara wanita Israel.
Desersi juga menjadi masalah lain bagi badan militer rezim Zionis. Menurut data statistik,36 persen anak muda di wilayah pendudukan meninggalkan dinas militer, dan jumlah wanita yang meninggalkan dinas militer sekitar 45 persen.(PH)