Presiden Suriah Kritik Ulah AS di Timteng
Presiden Suriah mengkritik sepak terjang AS di kawasan Timur Tengah.
Kantor berita Suriah, SANA melaporkan, Bashar Assad dalam pertemuan dengan delegasi dewan perdamaian AS di Damaskus mengatakan, peran AS sebagai sebuah kekuatan besar seharusnya positif dan berpijak pada penyebaran ilmu, budaya dan teknologi, bukan sebaliknya menciptakan kekacauan, dan kehancuran negara lain.
Presiden Suriah menilai kebijakan Washington di kawasan Timur Tengah tidak menguntungkan kepentingan bangsa AS dan bangsa lain di manapun di dunia.
"Kebijakan pemerintah AS di kawasan bertentangan dengan kepentingan bangsa AS. Ali-alih menggunakan logika dan rasionalitas, AS justru semakin masif menciptakan kekerasan," ujar Assad, hari Kamis (28/7).
Dalam pertemuan tersebut, Assad menjelaskan krisis yang menimpa negaranya akibat terorisme.
"Faktor utama munculnya krisis dan berkobarnya perang terhadap bangsa Suriah adalah [pihak yang] memperalat organisasi teroris, dan rezim-rezim pendukungnya. Padahal pemerintah Suriah tidak menghendaki peran mereka di kawasan. Masalah tersebut merugikan bangsanya sendiri," tegasnya.
Sementara itu, anggota dewan perdamaian AS dalam pertemuan dengan presiden Suriah menegaskan penentangannya terhadap intervensi Washington terhadap urusan internal negara-negara Timur Tengah, dan urgensi perubahan kebijakan interventif AS di kawasan.
Motif utama kunjungan delegasi perdamaian AS ke Damaskus untuk melihat secara objektif kondisi Suriah dari dekat dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat AS demi menghentikan perang dan mengakhiri intervensi AS dan negara Barat di Suriah. (PH)