Rezim Zionis Heran dengan Tingkat Kemampuan Pertahanan Hamas
Rezim Zionis merasa heran menyikapi kemampuan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam memproduksi senjatanya di Jalur Gaza.
Surat kabar Ma'ariv yang diterbitkan di Israeldalam sebuah laporan terbaru hari Sabtu (20/1/2024) mengungkapkan bahwa para ahli Israel sangat heran dan terkejut dengan kapasitas yang diciptakan Hamas di Jalur Gaza untuk memproduksi senjatanya.

Analis militer Israel, Alon Ben David menekankan bahwa Brigade ke-98 tentara Israel akan segera mengumumkan operasinya di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, sambil berharap setidaknya mencapai targetoperasional yang nyata.
"Meskipun sudah lebih dari tiga bulan terjadi perang di Jalur Gaza, tapi Israel belum mendapatkan akses terhadap para pemimpin Hamas, dan juga belum mampu membebaskan tahanan Israel," kata Ben David.
Di bagian lain laporannya, Ben David mengakui bahwa 90 persen kemampuan militer gerakan Hamas dihasilkan di Jalur Gaza.
"Mereka mendirikan jalur produksi roket dan membuat peluru RPG canggih di jalur Gaza. Selain itu, produksi drone mereka tidak boleh diabaikan," tulis analis militer Israel ini.

"Bertentangan dengan kepercayaan umum, hanya sebagian kecil senjata yang masuk ke Jalur Gaza melalui penyelundupan dari tanah Mesir, sehingga tantangan terbesar tentara Israel di tahun-tahun mendatang adalah bagaimana menghadapi senjata Hamas dalam jumlah besar dan menghancurkan kemampuan industri militer kelompok ini," paparnta.
David menambahkan bahwa saat ini Hamas memiliki kapasitas yang tiada habisnya dalam menyediakan tenaga kerja baru dan segar, serta kursus pelatihan militer yang diadakan di Jalur Gaza jauh lebih banyak daripada kursus yang diadakan di Israel.
Saluran TV Israel 12 mengutip statemen Jenderal Itzhak Brik, salah satu jenderal paling penting yang mengkritik perang melawan Jalur Gaza, dan mengumumkan bahwa saat ini jauh lebih sulit untuk menghancurkan Hamas dibandingkan pada hari-hari awal perang,
"Lebih baik memulihkan hal yang jelas daripada menangani masalah ini. Masukkan pembebasan tahanan ke dalam agenda dan lakukan solusi terbaik, yaitu mencapai kesepakatan dengan Hamas," tegasnya.(PH)