Serangan Drone Hantam Pangkalan Militer AS di Suriah
Pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah timur Suriah menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak pasukan perlawanan.
Amerika Serikat menduduki wilayah kaya minyak di wilayah timur Suriah selama bertahun-tahun, dan menjarah sumber daya Suriah tanpa izin dari pemerintah negara ini.
Amerika Serikat melancarkan aksi pendudukan di Suriah dengan dalih menumpas kelompok teroris Daesh, padahal kelompok teroris ini dibidani pembentukannya oleh Washington sendiri demi mewujudkan kepentingannya di kawasan Timur Tengah.
Saluran televisi Al-Mayadeen melaporkan, pangkalan militer AS di provinsi Deir Ezzor yang terletak di wilayah timur Suriah timur Rabu malam menjadi sasaran drone.
Belum ada laporan yang dipublikasikan mengenai jumlah kerusakan dan kemungkinan korban jiwa dalam serangan ini.
Sebelumnya, pangkalan militer Amerika Serikat, di ladang minyak Al Omar, Suriah, diserang drone, tidak lama setelah serangan AS, ke Baghdad, yang menyebabkan salah satu komandan Kataib Hizbullah Irak, gugur.
Pada Rabu (7/2/2024) malam pukul 21:30 waktu Irak, pasukan AS, melancarkan serangan ke kota Baghdad, yang menyebabkan salah satu komandan Kataib Hizbullah, dan sejumlah orang lainnya gugur.
Amerika Serikat, menyebut komandan Kataib Hizbullah Irak, itu bertugas mengarahkan, dan terlibat langsung dalam serangan-serangan terhadap pasukan AS di kawasan.
Pasukan perlawanan Irak melancarkan serangan roket terhadap pangkalan militer AS yang terletak di ladang gas Canoco di wilayah timur Suriah.
Awal Februari, perlawanan Islam di Irak telah menargetkan empat pangkalan militer Amerika Serikat, Ain al-Asad dan Al-Harir di Irak, serta pangkalan Kharab Al-Jir dan Canoco di Suriah sebagai tanggapan terhadap serangan terbaru pasukan Amerika ke Iran dan Suriah.
Amerika Serikat, yang selama bertahun-tahun menjadikan Asia Barat tidak aman dan tidak stabil dengan kehadiran militernya di kawasan ini sesuai dengan kepentingannya dan sekutunya, dari waktu ke waktu menyulut kawasan sensitif ini dengan tindakan agresif.
Dalam tindakan terbaru terkait hal ini, CENTCOM dalam sebuah pernyataan mengumumkan pasukan militer AS menargetkan lebih dari 85 sasaran dengan beberapa pesawat, termasuk pembom jarak jauh yang terbang dari Amerika Serikat dengan mengerahkan lebih dari 125 amunisi presisi yang digunakan dalam serangan udara.
CENTCOM mengklaim bahwa pusat komando dan kendali, pusat intelijen, roket dan rudal, serta gudang drone dan fasilitas rantai pasokan kelompok perlawanan di Irak dan Suriah menjadi sasaran serangan ini, yang diduga memfasilitasi serangan terhadap pasukan Amerika dan koalisinya.
Sementara itu; Yahya Rasool, Juru Bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak membenarkan serangan AS di barat negaranya pada Sabtu pagi dan menilai serangan tersebut melanggar kedaulatan dan bertujuan untuk melemahkan pemerintah Baghdad yang berupaya membangun stabilitas di negaranya.
Selain membalas serangan AS di wilayah Irak, gelombang serangan pasukan perlawanan Irak ke berbagai pangkalan militer AS di Irak dan Suriah dilancarkan sebaga bentuk dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina mengehadapi rezim Zionis yang didukung penuh Washington.(PH)