Genosida Berlanjut di Gaza, di Mana PBB ?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i163142-genosida_berlanjut_di_gaza_di_mana_pbb
Berlanjutnya genosida yang dilakukan rezim Zionis terhadap orang-orang Palestina di Gaza, dan sikap pasif komunitas internasional, terutama PBB memicu gelombang kritik terhadap organisasi internasional mengenai isu kemiskinan dan hak asasi manusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 02, 2024 09:12 Asia/Jakarta

Berlanjutnya genosida yang dilakukan rezim Zionis terhadap orang-orang Palestina di Gaza, dan sikap pasif komunitas internasional, terutama PBB memicu gelombang kritik terhadap organisasi internasional mengenai isu kemiskinan dan hak asasi manusia.

Genosida yang dilakukan rezim Zionis terhadap masyarakat Gaza telah berlalu sekitar lima bulan yang menyebabkan jumlah korban syahid dan luka-luka mencapai lebih dari 100 ribu orang. Selain itu, ribuan orang juga hilang. Dalam kejahatan terbaru, rezim Zionis menyerang warga Palestina yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di bundaran Al-Nablesi dan jalan Al-Rashid di kota Gaza.Lebih dari 104 warga Palestina yang menunggu bantuan tiba di wilayah ini gugur, dan 760 lainnya terluka akibat serangan tentara rezim Zionis.

Gerakan Jihad Islam Palestina mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa kejahatan mengerikan di Jalan Al-Rashid adalah bukti nyata genosida Zionis terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza.​

Kejahatan ini sangat kejam dan tidak manusiawi sehingga Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menulis tanggapannya di jejaring sosial X bahwa dia terkejut dengan kematian mereka yang menunggu untuk menerima bantuan kemanusiaan. Borrell menekankan bahwa merampas makanan dan bantuan pangan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan tidak dapat diterima.

Kementerian Luar Negeri Cina juga menekankan bahwa Gaza sedang menghadapi bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

"Kami terkejut dengan penargetan warga sipil saat menerima bantuan di kota Gaza, dan Dewan Keamanan PBB harus segera mengambil tindakan untuk melakukan gencatan senjata," kata pernyataan Kemlu Cina.

Namun yang menjadi persoalan penting, pada dasarnya sikap pasif, bahkan dukungan publik internasional, khususnya negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB di negara-negara Barat, merupakan faktor terpenting dalam berlanjutnya genosida rezim Zionis terhadap masyarakat tertindas Palestina di Gaza.

 

Image Caption

 

Meskipun agresi militer rezim Zionis di jalur Gaza telah berlalu lima bulan, tapi Dewan Keamanan PBB belum mampu mengeluarkan satu resolusi pun untuk menghentikan perang dan memberikan tekanan terhadap  rezim Zionis.

Sejauh ini, beberapa resolusi telah diusulkan sehubungan dengan hal ini. Namun veto AS menghalangi resolusi tersebut untuk disetujui. Kegagalan untuk menyetujui resolusi di Dewan Keamanan menunjukkan bahwa dewan keamanan  mendukung genosida rezim Zionis di Jalur Gaza.

Pendekatan ini telah berkali-kali dikritik oleh tokoh-tokoh internasional. Dalam kritik terbarunya, Olivier De Schutter, pelapor PBB untuk kemiskinan dan hak asasi manusia menyerukan boikot global terhadap Israel, dan menekankan bahwa komunitas internasional telah bertindak lemah terhadap rezim Zionis.

Ia menilai kurangnya tekanan internasional terhadap rezim Zionis, sehingga Israel terus melanjutnya kejahatannya di Jalur Gaza.

"Kita harus menjatuhkan sanksi dan tekanan komersial terhadap Israel. Komunitas internasional harus memaksa Israel untuk mengakhiri pelanggarannya dan membuka jalan bagi gencatan senjata di Jalur Gaza," kata De Schutter.

Hal penting lainnya adalah buruknya kinerja PBB dalam mengatasi berlanjutnya genosida yang dilakukan rezim Zionis di Gaza praktis mempertanyakan kredibilitas organisasi ini. Isu ini menunjukkan bahwa PBB terbukti berada di bawah hegemoni negara-negara Barat dan kurang independen.

Di sisi lain, pada dasarnya sejumlah aktor, khususnya rezim Zionis telah mengejek filosofi berdirinya PBB, termasuk penciptaan, pemeliharaan, dan perluasan perdamaian. Kini, PBB tidak punya pilihan selain mengambil tindakan serius untuk menghentikan genosida di Gaza guna memulihkan kredibilitasnya.​(PH)