Dinamika Palestina
Israel Lancarkan Serangan Baru di Gaza, 230 Orang Palestina Gugur
Rezim Israel kembali melanjutkan serangannya di Jalur Gaza yantg menyebabkan 230 orang Plaestina gugur.
Tentara Israel, atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yisrael Katz, melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan demikian secara terbuka mengumumkan berakhirnya gencatan senjata.
Menurut Pars Today, dengan lampu hijau dari Amerika Serikat dan melanggar gencatan senjata, rezim Zionis telah menargetkan rumah-rumah penduduk, sekolah, pusat-pusat pengungsian, dan tenda-tenda tempat mereka tinggal di Gaza dengan serangan-serangan brutal.
Dalam serangan yang dimulai pada Senin malam, 230 orang Palestina gugur dan 350 lainnya terluka.
Menurut laporan awal, sebagian besar korban tewas dan terluka adalah anak-anak dan wanita.
Serangan yang direncanakan sebelumnya
Dalam konteks ini, seorang pejabat militer Israel kepada reporter Channel 14 mengatakan bahwa Israel secara diam-diam memutuskan untuk memulai perang baru sejak akhir pekan lalu, dan serangan tadi malam di Gaza tidak terjadi sekaligus.
Ejekan terhadap Dewan Keamanan
Setelah Israel melanjutkan serangannya di Jalur Gaza, Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Danny Danon mengatakan bahwa kembalinya perang diperlukan meskipun Dewan Keamanan PBB bertemu setiap hari.
Reaksi Hamas
Menanggapi serangan Israel terhadap Gaza, gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengeluarkan pernyataan serangan tersebut. Hamas meminta Netanyahu dan rezim Nazi Zionis bertanggung jawab penuh atas konsekuensi agresi brutal ini, dan meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan untuk mengadakan pertemuan mendesak guna mengeluarkan resolusi untuk menghentikan agresi Israel.
Melanjutkan genosida
Menanggapi serangan ini, gerakan Jihad Islam Palestina mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa keputusan Netanyahu untuk melanjutkan serangan terhadap rakyat Palestina merupakan kelanjutan dari kejahatan genosida.
Masalah ini tidak akan terselesaikan saat serangan kritis dimulai
Organisasi Pembebasan Palestina juga mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan brutal baru rezim Zionis di Gaza bukan hanya tidak akan menyelesaikan krisis mereka, tetapi juga akan menambah kelemahan dan kegagalan mereka lebih lanjut.
Perisai Masjid Al-Aqsa
Dalam berita lain, sebagai tanggapan atas pengepungan habis-habisan Masjid Al-Aqsa oleh Zionis, Palestina bertindak sebagai perisai kuat melawan penjajah Zionis dengan kehadiran besar mereka di tempat suci ini.
Perlawanan yang berkelanjutan
Majid Abu Qutish, pejabat senior Hamas menghimbau agar warga Palestina tetap berada di Masjid Al-Aqsa selama sisa hari di bulan suci Ramadhan, meskipun penjajah Zionis melarang I'tikaf di masjid suci ini.(PH)