Apa Pemicu Ribuan Jutawan Zionis Beramai-Ramai Keluar dari Israel?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i172644-apa_pemicu_ribuan_jutawan_zionis_beramai_ramai_keluar_dari_israel
Sebuah media Ibrani mengumumkan bahwa Israel kehilangan sedikitnya 1.700 jutawan tahun lalu karena perang Gaza dan krisis ekonomi yang terus berlanjut.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 09, 2025 11:30 Asia/Jakarta
  • Apa Pemicu Ribuan Jutawan Zionis Beramai-Ramai Keluar dari Israel?

Sebuah media Ibrani mengumumkan bahwa Israel kehilangan sedikitnya 1.700 jutawan tahun lalu karena perang Gaza dan krisis ekonomi yang terus berlanjut.

Tehran, Pars Today-Surat kabar Yedioth Ahronoth mengutip data dari firma internasional Henley & Partners, yang mengkhususkan diri dalam imigrasi, dan New World Wealth, sebuah perusahaan yang menganalisis data kekayaan global, melaporkan penurunan signifikan dalam populasi orang kaya di Israel.

Berdasarkan laporan ini, pada tahun 2024, sekitar 22.600 jutawan tinggal di kota Tel Aviv dan Herzliya, sementara angka ini melebihi 24.300 orang pada tahun 2023.

namun data statistik menunjukkan bahwa setidaknya 1.700 jutawan telah meninggalkan Israel selama setahun terakhir.

Perusahaan itu tidak secara langsung menyebutkan alasan orang-orang kaya keluar dari Israel, tetapi sejumlah laporan dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa gelombang kepergian pengusaha dan warga negara Israel yang kaya telah meningkat, karena dampak perang Gaza dan konsekuensi ekonomi dan keamanannya.

Sejak 7 Oktober 2023, agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah mengakibatkan lebih dari 166.000 kematian dan cedera di kalangan warga Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, serta lebih dari 11.000 orang hilang dan kerusakan infrastruktur sipil yang meluas.

Dua hari lalu, Yedioth Ahronoth melaporkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam migrasi pekerja terampil di sektor teknologi tinggi setelah dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023.

Menurut data yang diterbitkan oleh Otoritas Inovasi Israel, sekitar 8.300 karyawan di industri ini telah meninggalkan Israel (wilayah pendudukan) sejak dimulainya perang hingga Juli 2024. Angka ini setara dengan 2,1% dari seluruh karyawan di sektor teknologi tinggi Israel.

Badan resmi tersebut memperingatkan bahwa statistik tersebut sangat mengkhawatirkan, dan menimbulkan ketidakpastian atas prospek pasar kerja bagi industri teknologi Israel pada tahun 2025.

Menurut laporan surat kabar bisnis Israel, The Marker, gelombang baru serangan rudal oleh angkatan bersenjata Yaman terhadap sasaran jauh di dalam wilayah pendudukan telah menimbulkan dampak langsung dan nyata terhadap kehidupan sehari-hari dan perekonomian Israel.

The Marker menulis,"Saat Israel melanjutkan serangannya terhadap Jalur Gaza, masyarakat Israel saat ini dihadapkan pada konsekuensi keputusan politik dan militernya dan merasa harus membayar harga atas keputusan tersebut dari kantongnya sendiri".(PH)