Brain Drain dan Sanksi Internasional, Penelitian Ilmiah Israel di Ambang Kehancuran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i183660-brain_drain_dan_sanksi_internasional_penelitian_ilmiah_israel_di_ambang_kehancuran
Pars Today - Penelitian ilmiah di Wilayah Pendudukan berada dalam kondisi kritis dan masa depan penelitian ilmiah di rezim Zionis berada dalam keadaan ketidakpastian.
(last modified 2026-01-05T09:41:23+00:00 )
Jan 05, 2026 16:40 Asia/Jakarta
  • Rezim Zionis
    Rezim Zionis

Pars Today - Penelitian ilmiah di Wilayah Pendudukan berada dalam kondisi kritis dan masa depan penelitian ilmiah di rezim Zionis berada dalam keadaan ketidakpastian.

Menurut Russia Today, penelitian ilmiah di Wilayah Pendudukan Palestina menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dan beberapa laporan menunjukkan bahwa rezim Zionis berada di ambang kehancuran ilmiah. Para ahli menganggap situasi ini sebagai akibat dari kombinasi sanksi internasional, pengurangan investasi, dan migrasi intelektual (Brain Drain) para elit ilmiah.

Menurut laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Israel, investasi rezim Zionis dalam penelitian dan pengembangan akademis terus menurun selama dekade terakhir. Antara tahun 2014 dan 2023, investasi ini menurun sebesar 4 persen, sementara investasi rata-rata di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) meningkat sebesar 20 persen selama periode yang sama.

David Harel, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Israel menekankan bahwa Israel kini telah menjadi lembaga yang terisolasi dan dikucilkan di bidang penelitian ilmiah secara internasional.

Perang yang sedang berlangsung di Gaza dan peningkatan operasi militer baru-baru ini terhadap wilayah itu juga memperburuk krisis. Situasi ini telah menyebabkan penangguhan banyak program penelitian internasional di Wilayah Pendudukan, termasuk dukungan keuangan untuk program Horizon Europe, dan para peneliti domestik menghadapi kekurangan sumber daya keuangan.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa migrasi elit ilmiah ke luar negeri dan pengurangan partisipasi mereka dalam konferensi internasional merupakan ancaman serius bagi masa depan penelitian ilmiah di rezim Zionis. Para peneliti di bidang humaniora dan ilmu sosial paling menderita akibat pembatasan kerja sama internasional.

Para ahli memperingatkan bahwa melanjutkan tren ini tanpa tindakan segera akan memiliki konsekuensi jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki serta akan sangat melemahkan kedudukan ilmiah dan internasional rezim Israel. Selain konsekuensi domestiknya, krisis ini juga merupakan cerminan dari isolasi internasional rezim Israel karena kebijakan dan tindakannya terhadap rakyat Palestina.(sl)